2300 Warga Kembalikan KPS

TANGERANG, SNOL—Sedikitnya 2300 warga miskin Kota dan Kabupaten Tangerang mengembalikan Kartu Peduli Sosial (KPS) yang digunakan untuk mencairkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Pengembalian kartu tersebut karena kesalahan penulisan nama dan alamat, atau bahkan si pemilik kartu sudah meninggal atau pindah.

Menurut Kepala Kantor Pos Pusat Tangerang Toto menyatakan ribuan warga yang mengembalikan KPS tersebut berasal dari tujuh desa di Kabupaten Tangerang, serta 9 wilayah di Kota Tangerang. Di antaranya Desa Blukbuk, Muncung, Pagenjahan, Kronjo, Pasilian, Cirumpak dan Pagedangan Udik, Neglasari, Karang Tengah, Ciledug dan masih banyak lagi.

“Kalau alasan pengembalian khusus bagi warga kabupaten adalah perbandingannya lebih banyak yang tidak menerima dari pada yang menerima. Warga takut didemo, apalagi di Kecamatan Sepatan sempat terjadi kericuhan karena hal tersebut. Yang mengembalikan cukup banyak, sekitar 2000 orang. Sedangkan sisanya adalah milik warga Kota yang cenderung lebih banyak terjadi akibat kesalahan penulisan identitas atau sudah ditinggalkan pemilik,” ujarnya, Kamis (11/7).

Ditambahkan Toto, KPS yang dikembalikan akan ditahan dulu di kantor desa atau kantor pos cabang, untuk mengantisipasi jika warga kembali mengambilnya. “Kita juga siasati dengan tetap melakukan penyaluran BLSM di tempat lainnya. Nanti juga kalau orangnya butuh, akan diambil lagi kartunya,” terangnya.

Toto melanjutkan, jika KPS tetap tidak diambil, dana BLSM akan dikembalikan ke pemerintah pusat. Sedangkan KPS dialokasikan kepada warga miskin yang lain. “Nanti keputusannya berdasarkan musyawarah dengan kepala desa dan pemerintah daerah setempat,” ujarnya.

Kepala Unit Corporate Kantor Pos Tangerang Graito mengatakan, sampai saat ini, warga miskin Kota Tangerang yang sudah menerima BLSM tahap I sebanyak 43.199 orang dengan jumlah dana Rp 12 miliar. Dengan demikian sudah terserap 91,15 persen dari total jumlah penerima BLSM sebanyak, 47.394 orang dengan total anggaran Rp 14 miliar.

“Sedangkan untuk warga Kabupaten Tangerang sudah 68.799 orang yang mencairkan dari total penerima 147.090 orang, penyerapannya sekitar 48,77persen. Total anggarannya Rp 44 miliar,” katanya.  (kiki/made/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.