AMK Ancam Laporkan KPU Kota Tangerang ke DKPP

TANGERANG,SNOL Pilkada  Kota Tangerang bakal diikuti empat pasangan calon. Sementara pasangan calon Ahmad Marju Kodri (AMK)-Gatot Suprijanto dinilai tidak memenuhi syarat (TMS).

AMK-Gatot Suprijanto yang sebelumnya diusung Hanura dan 22 partai non parlemen itu dinyatakan tidak dapat mengikuti tahapan selanjutnya alias gugur. Pasangan tersebut terganjal akibat kurangnya suara parpol pengusung lantaran Partai Hanura yang memiliki dua kursi di parlemen atau 35.591 suara sah di pemilu 2009 itu telah mengalihkan dukungannya ke pasangan Harry Mulya Zein (HMZ)-Iskandar Zulkarnaen.
“Selain itu, dua partai pengusung lain yakni Partai Buruh yang punya 1.082 suara dan PPNUI dengan 1.721 suara tidak memenuhi syarat, karena sebelumnya tidak pernah mendaftarkan tetapi kemudian muncul pada masa perbaikan,” kata Ketua KPU Kota Tangerang, Syafril Elain saat menggelar konferensi pers usai pleno, kemarin.
Itu artinya, lanjut Syafril, pasangan AMK-Gatot telah kehilangan 38.394 suara pengusung dan hanya menyisakan angka 74.068 dari 112.462 suara yang didapatkannya pada masa perbaikan. Padahal, untuk dapat melaju, pasangan bakal calon minimal harus memiliki 104.910 suara.
Sedangkan pasangan balon lainnya, yakni pasangan Arief R Wismansyah-Sachrudin yang didukung Partai Demokrat, Gerindra dan PKB serta pasangan HMZ-Iskandar Zulkarnaen dengan dukungan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Hanura dan PKNU berkasnya dinyatakan memenuhi syarat (MS) dan lengkap.
“Namun demikian, kami memberi catatan kepada Sachrudin, paling tidak sebelum 23 Juli harus menyertakan surat izin pengunduran diri dari atasan. Hal yang sama juga berlaku buat HMZ,” kata Syafril.
Bila sampai tanggal yang telah ditetapkan izin yang bersangkutan tidak dapat menunjukkan izin, maka hal itu kata Syafril bisa mempengaruhi pencalonan.
“Ini karena ada masukan dari masyarakat. Sebetulnya secara aturan KPU, mereka sudah tidak ada masalah. Tapi karena peraturan KPU juga mengatur bahwa kami harus memperhatikan masukan dari masyarakat, maka hal itu harus dilakukan,” terangnya.
Untuk Sachrudin kata Syafril harus menunjukkan bukti pengajuan izin mundur dari Walikota, adapun HMZ lantaran SK jabatan sekretaris daerah-nya dari provinsi, maka izin pejabat di provinsi.
Dengan demikian, praktis hanya dua pasangan calon saja yang relatif maju tanpa hambatan. Kedua pasangan tersebut adalah pasangan Abdul Syukur-Hilmi Fuad yang diusung Partai Golkar dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), serta pasangan Deddy “Miing” Gumelar-Suratno Abubakar dengan usungan PDIP dan PAN.
Saat pleno sedang berlangsung atau pada pukul 20.00 WIB, mendadak muncul AMK ke KPU. Kehadiran Dirut PDAM Tirta Benteng ini tak ayal membuat wartawan yang sedang menunggu hasil pleno kaget.
AMK mengaku hadir ke KPU dalam rangka menyerahkan surat DPP Partai Hanura No:A/199/DPP-Hanura/VII/2013. AMK datang seorang diri tanpa disertai pasangannya.
Surat itu berisi jawaban soal dualisme dukungan yang telah dilayang KPU sebelumnya. AMK mengklaim, surat tersebut merupakan bukti dirinyalah yang didukung partai besutan Wiranto tersebut.
“Saya ingin mengklarifikasi bahwa sayalah yang didukung Hanura, sebab saat masa perbaikan memang saat itu baru pada proses, artinya belum gugur. Kalau KPU tidak mengerti juga dan tetap mengesahkan pasangan lain, maka begitu keputusan pleno keluar, saya akan lapor ke DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu) atau ke PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara),” jelasnya. (made/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.