Dua Awak Kapal Tenggelam Belum Ditemukan

MERAK, SNOL  Dua awak Kapal Wisata KM Putri Krakatau yang tenggelam di sekitar perairan Pulau Sangiang, Banten sejak Minggu (14/7) hingga kemarin belum berhasil ditemukan.
Upaya pencarian tim gabungan Search and Rescue (SAR) yang terdiri dari Basarnas, Polair Polda Banten dan Lanal Banten belum membuahkan hasil. Tim gabungan melakukan penyisiran selama 8 jam di sejumlah titik lokasi tenggelamnya kapal.
“Kami bersama kapal Basarnas melakukan pencarian di sekitar Perairan Selat Sunda. Menyisir lokasi dari Pulau Sangiang hingga Pulau Krakatau, dilanjutkan ke Anyar hingga Pulau Panaitan. Hasilnya belum ada untuk sementara ini,” ungkap Dirpolair Polda Banten, Kombes Pol Imam Thobroni saat ditemui wartawan usai melakukan pencarian dengan Kapal Basarnas 224 di Pelabuhan Indah Kiat, Kota Cilegon, Senin (15/7).
Imam mengungkapkan, saat melakukan penyisiran pihaknya menemukan beberapa tanda berupa peralatan selam. “Di pinggir Pantai Pulau Sangiang kita temukan 5 buah life jaket. Petugas kami terus melakukan pemeriksaan apakah 5 life jacket itu milik kapal yang tenggelam atau bukan,” imbuhnya.
Informasi yang didapat dari awak kapal yang diselamatkan sebelumnya, dua awak kapal yang hilang itu berkewarganegaraan Indonesia. “Kru kapal dan penyelem yakni Stevan dan Darwis,” tandasnya.
Pencarian akan terus dilakukan. “Bila diperlukan kami akan membantu pencarian lewat bantuan helikopter dengan pantauan udara,” imbuhnya.
Senada, Suyatno, Kepala Operasi Basarnas Jakarta mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan akan terus melakukan pencarian hingga beberapa hari kedepan.
“Batas akhir pencarian kita terhitung tujuh hari pencarian korban. Bila belum ditemukan, akan kami koordinasikan dengan pimpinan, apakah operasi dihentikan atau dilanjutkan,” terangnya. “Saya berharap korban bisa ditemukan, dan kami yakin korban bisa ditemukan,” lanjutnya.
Seperti diketahui, kapal wisata (KM) Putri Krakatau yang mengangkut 23 penumpang yang hendak melakukan kegiatan menyelam di Pulau Sangiang, Kabupaten Serang, Minggu (14/7) tenggelam. KM Putri Krakatau terbalik dihantam gelombang tinggi dan angin kencang di Perairan Selat Sunda.
Hingga kemarin malam, 21 orang awak kapal dinyatakan selamat dalam peristiwa tersebut sementara dua orang lainnya belum ditemukan. Tim dari Basarnas masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Setia Kurniadi (20), seorang awak kapal yang selamat dalam peristiwa tersebut mengungkapkan, bahwa peristiwa bermula saat KM Putri Krakatau yang ia tumpangi bersama Tim Diving bertolak dari Jakarta menuju Pulau Sangiang untuk melakukan kegiatan menyelam.
“Kita tiba di Pulau Rakata sekitar pukul 14.00 WIB, para peserta diving langsung melakukan kegiatan menyelam sampai pukul 18.00 WIB. Setelah itu kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Sangiang sekitar pukul 19.00 WIB,” tuturnya.
Lebih jauh pria yang biasa disapa Adi menceritakan, selama dalam perjalanan dari Pulau Rakata menuju Pulau Sangiang, kondisi laut di Perairan Selat Sunda tiba-tiba diselimuti cuaca buruk hingga kapal yang ditu-mpangi harus melego jangkar.
Namun karena angin kencang, kapten kapal memutuskan untuk memutus jangkar agar kapal tidak terbalik. “Lalu tali jangkar kami putus supaya kapal gak terbalik,” ungkapnya.
Puncak peristiwa terjadi saat ombak setinggi 2 meter menerjang kapal yang mereka tumpangi. Ombak itulah yang mebuat kapal terbalik dan penumpang keluar berhamburan.
“Saat itu kira-kira jam 9 malam, tiba -tiba ombak tingginya 2 meter hantam kapal kami. Langsung aja, penumpang lompat berhamburan, kapal terbalik dan tenggelam,” tuturnya. Ia mengaku baru diselamatkan oleh kapal nelayan setelah 3 jam mengapung di tengah laun.
Suyatno, Kasi Operasi Basarnas Jakarta mengaku mendapat laporan telah ditemukan orang mengapung dan diselamatkan oleh kapal nelayan tengah malam di Perairan Selat Sunda di sekitar Pulau Sangiang. “Pukul 11 malam kami mendapat laporan ada kapal tenggelam, kami langsung bergerak ke Pulau Sangiang,” tuturnya.
Ia mengatakan evakuasi dilakukan dua kali. Hingga pencarian terakhir, 21 orang dapat dievakuasi. “Pertama kami mengevakuasi 17 orang, kedua kami menemukan 4 orang lagi. Dari 21 orang itu 6 diantaranya adalah warga asing asal jepang, sisanya 15 orang Indonesia,” ungkapnya.(bagas/nal/igo/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.