Luthfi Hasan Tak Tahu Anis Matta Minta Rp 1,9 Milliar

JAKARTA,SNOL Terdakwa suap impor daging sapi dan pencucian uang, Luthfi Hasan Ishaaq, mengaku tak tahu menahu mengenai permintaan uang sebesar Rp 1,9 milliar dari bekas Sekjen PKS, Anis Matta.
“Saya tidak tahu, saya hanya didakwa soal masalah daging. Dasar dakwaannya pertemuan saya dengan Elizabeth. Saya dengan Ibu Elizabeth tidak pernah membahas masalah kuota, uang,” kata Luthfi Hasan di kantor KPK, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (17/7).
Luthfi hadir di KPK untuk merampungkan menjalani pemeriksaan penyidik sebagai saksi untuk tersangka Dirut PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman. Pemeriksaan selesai beberapa saat tadi. Luthfi mengenakan rompi tahanan KPK warna orange.
Nama Anis disebut Jaksa dalam surat dakwaan Luthfi Hasan Ishaaq. Anis diduga berkomunikasi dengan Yudi Setiawan, tersangka pembobol Bank Jabar dan Banten, setelah Ahmad Fathanah membawa data yang disebut Fathanah berasal dari Anis.
“Pada 18 September 2012, Luthfi melalui Fathanah menerima pemberian uang dari Yudi Setiawan sebesar Rp1,9 miliar, terkait uang mula ijon pembelian proyek pengadaan bibit kopi 2013,” begitu tertulis dalam dakwaan Luthfi.
Uang tersebut merupakan fee satu persen dari pagu anggaran senilai Rp 189 miliar. Fee diperoleh Fathanah saat mendatangi kantor PT Cipta Terang Abadi milik Yudi Setiawan. Fathanah menyampaikan tentang proyek bibit kopi tahun 2013 dengan membawa berkas pengadaan yang menurutnya diperoleh dari Anis. Untuk menyakinkan Yudi, Fathanah menelepon seseorang yang disebutnya Anis selaku Wakil Ketua DPR/Sekretaris Jenderal PKS, lalu menyerahkan HPnya kepada Yudi untuk berbicara langsung dengan Anis Matta.
Fathanah kemudian meminta Yudi memberikan uang muka untuk ijon proyek. Yudi pulang ke apartemen untuk mengambil uang dan kembali ke kantornya. Kemudian Yudi menyerahkan uang senilai Rp1.562.200.000 dalam bentuk SGD 140 ribu dan USD 50 ribu.(dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.