KPU Kota Tangerang Tidak akan Anulir Hasil Pleno

TANGERANG,SNOL KPU tidak akan menganulir hasil pleno pada 13 Juli lalu mengenai penetapan pasangan bakal calon walikota/wakil walikota Tangerang 2013 yang lolos verifikasi hasil tahap akhir.
Hal itu ditegaskan Ketua KPU Kota Tangerang, Syafril Elain saat menerima perwakilan pengunjuk rasa dari Aliansi Masyarakat Kota Tangerang (AMKOT), Selasa (18/7) sore.
AMKOT berunjukrasa mengkritisi hasil pleno penetapan empat pasangan bakal calon wa-likota/wakil walikota Tangerang 2013-2018. Salah satunya yang dipersoalkan adalah masih mengenai status Plt.
“Kami takkan menganulir hasil pleno ini, karena yang tanda tangan bukan saya saja, tapi berempat,”kata Syafril kemarin.
Suasana pertemuan sendiri berlangsung panas. Setelah diterima, Syafril menyilahkan perwakilan AMKOT berbicara. Tampil membuka percakapan adalah koordinator aksi, Chandra Budiman. Syafril mendengarkan aspirasi mereka secara seksama.
Setelah mendapat giliran berbicara, wartawan senior itu kemudian tanpa basa-basi langsung bertanya. “AMKOT itu jenis apaan?” kata Syafril.
“Lho, kami perwakilan masyarakat,” terang Chandra Budiman mulai terkaget-kaget.
“Agar diketahui, berdasarkan Undang-undang yang berhak mempermasalahkan Pemilukada itu adalah warga Kota Tangerang yang punya hak pilih. Sekarang mana KTP kalian?”terangnya.
Chandra kembali tambah terheran-heran. “Maksudnya ini apa-apaan, kami warga yang punya hak pilih, jelaskan saja substansinya jangan kemana-mana” tegasnya dengan nada mulai meninggi.
“Lha iya, saya hanya akan memberikan penjelasan kalau yang menanyakan adalah warga Kota Tangerang. Bagaimana saya tahu kalau Anda ini warga Kota Tangerang kalau KTP saja tidak mau nunjukkin. Kalau tidak mau, ya sudah saya tinggal,” ancam Syafril tidak kalah sengit.
Mendengar ancaman Syafril, salah satu perwakilan pendemo sempat mempersilahkan, tapi akhirnya mereka menyerahkan KTP tersebut.
“Oke, karena kalian warga Kota Tangerang saya mau beri penjelasan. Saya tidak akui itu AMKOT, saya hanya mengakui yang ada di sini, karena warga Kota Tangerang,” tegasnya.
Syafril mulai memberi penjelasan. “Untuk diketahui, masalah pleno termasuk Plt, Plh, Pjs sudah kami bahas, dan kami pun sudah berkonsultasi dengan KPU Banten dan KPU RI, menurut mereka tidak masalah. Ini adalah persoalan partai. Jadi kalaupun ada masalah jangan demo ke KPU,” terangnya.
AMKOT rupanya tidak puas dengan ucapan Syafril dan membandingkan dengan yang terjadi di Pilkada Jawa Timur dimana pencalonan Khofifah Indar Parawansa dibatalkan KPU setempat.
“Lho kan saya sudah jelaskan tadi, saya sudah konsultasikan dengan KPU Banten dan KPU RI, itu Jatim, ini Tangerang,”sungutnya.
“Kalau begitu tolong dijelaskan di depan yang lain di luar sana,” desak perwakilan AMKOT lainnya, Ust Nana Romania.
“Saya tidak akan mau menjelaskan kepada mereka,” tegas Syafril lagi.
“Lho massa yang di luar juga berhak mendapatkan penjelasan, karena mereka warga Kota,” kata Chandra gusar. Namun Syafril tetap bersikukuh tidak mau keluar dan menemui pendemo. (made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.