Ekstasi Rp 5,5 Miliar dalam Kotak Susu

BANDARA,SNOL Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Soekarno-Hatta Tangerang, kembali menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ekstasi 14.440 butir yang dimasukan ke dalam tiga kotak susu merek “Lactogen”.
Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta, Okto Irianto mengatakan dari jumlah ekstasi yang berhasil disita petugas, sebanyak 6.747 butir diantaranya berwarna hijau merek VW dan 7.693 butir warna putih merek dolphine.

“Jika diestimasikan ke dalam rupiah, maka nilai dari narkotika jenis ekstasi tersebut mencapai Rp 5,5 miliar. Ini kualitas bagus. Perbutirnya dijual dengan harga Rp 300-400 ribu,” jelasnya, Jumat (19/7).

Pelaku penyelundupan berjumlah dua orang yakni WN Malaysia berinsial CK berusia 37 tahun dan GB berusia 51 tahun. ”Kalau berdasarkan data penangkapan selama 2013, ini merupakan yang pertama dengan tersangka warga negara Malaysia, dan menggunakan pesawat Air Asia,” jelasnya.

Okto menjelaskan, penangkapan keduanya merupakan hasil dari analisa intelijen terhadap penumpang Air Asia AK-1380 Rute Malaysia-Jakarta yang mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Saat petugas memeriksa barang bawaan penumpang itu, ditemukan tiga buah kotak susu di dalam koper tersebut. ”Ternyata, di dalam kotak susu tersebut ada sebungkus berisi tablet warna hijau dan putih. Setelah diperikasa di laboratorium ternyata positif mengandung ekstasi,” pungkasnya.

Terkait ancaman hukuman, sesuai UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika tanggal 12 Oktober 2009 sesuai pasal 112 ayat 1 dan 2 dengan pidana penjara paling lama 15 tahun.

”Barang bukti ini beratnya melebihi lima kilo gram. Pelaku diancam dengan pidana mati, pidana seumur hidup dan denda maksimum Rp 10 miliar,” jelas Okto.

Penyelidikan dan pengembangan tersangka serta barang bukti kasusnya sudah diserahkan kepada penyidik Polresta Bandara Soeta, dalam hal ini satuan Reserse narkoba.

Menurut Wakasat Narkoba Polres Bandara AKP Subakti, dirinya akan terus meningkatkan pengamanan khususnya di jalur bandara untuk meminimalisir praktik penyelundupan barang haram tersebut.

”Kalau bisa, sebutir pun jangan sampai ada narkoba yang masuk ke Indonesia lewat jalur Bandara. Oleh karena itu, kami akan terus menindak tegas dan memperketat pengamanan dis-ekitar bandara guna meminimalisir praktik penyelundupan barang haram ini,” tegasnya. (kiki/ jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.