Banyak Perkara Korupsi di Banten Tidak Diproses ke Penyidikan

SERANG,SNOL Penanganan perkara korupsi di Kejati Banten pada tahun 2013 secara kuantitas mengalami penurunan dibanding pada tahun 2012. Penyebabnya adalah banyak perkara tidak diproses hingga ke penyidikan.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Fery Wibisono tidak menampik hal itu.  “Itu karena saat proses pengumpulan barang bukti dan keterangan tidak ditemukan cukup bukti,” Fery kepada wartawan, kemarin.
Terdapat sejumlah perkara yang tidak dicantumkan dalam daftar perkara yang ditangani Kejati pada tahun 2013. Sebelumnya perkara tersebut sempat ditangani dengan memeriksa sejumlah saksi.
Perkara-perkara itu antara lain kasus dugaan korupsi pengadaan PJU di Distamben Banten Rp4,4 miliar tahun anggaran 2011. Pembangunan proyek Islamic Centre Cilegon (ICC) tahun 2010 dan 2011 Rp 16,5 miliar. Pengadaan Mushaf Al Bantani di Biro Kesra Pemprov Banten tahun 2011 Rp8,4 miliar.
Kemudian kasus Pembangunan Jalan Serdang Kabupaten Serang tahun 2012 Rp4 miliar, pengadaan lahan Samsat Sepatan di Biro Umum dan Perlengkapan Pemprov Banten tahun 2011 Rp1,4 miliar, dan pengadaan Alkes pada 2011 di RSUD Cilegon anggarannya Rp 8,8 miliar.
Menurut Fery perkara yang ditangani saat ini adalah perkara lama. “Saya hanya meneruskan limpahan dari pimpinan Kejati yang lama. Maka saya meminta kerjasama kepada semua pihak dalam menuntaskan perkara itu,” pintanya. (bagas/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.