Polda Selidiki Ambruknya Dermaga V Pelabuhan Merak

MERAK, SNOL Ambruknya Jembatan Dermaga V Pelabuhan Merak, Sabtu tengah malam (27/7) diselidiki Polda Banten. Pihak Kementerian Perhubungan mensinyalir, kualitas jembatan tidak sesuai dengan ketentuan.
Sarana yang disiapkan untuk melayani arus mudik 2013 itu tak bisa difungsikan untuk sementara. Penyelidikan masih terus dilakukan, dan belum bisa dipastikan penyebabnya ambruknya Moveable Bridge (MB) atau Jembatan Penghubung antara Dermaga dan Kapal itu.
Kepala Otoritas Pelayanan Pelabuhan Kementerian Perhubungan Merak, Endi Prasetyo mengatakan, aturan kapasitas maksimum berat muatan barang yang seharusnya dapat melewati jembatan penghubung mencapai 45 ton. Karenanya jika ada truk bermuatan lebih dari muatan yang ditetapkan, lambat laun MB akan berdampak tidak baik atau rusak.
“Aturan ketetapan maksimal muatan barang yang lewat di sini, harusnya maksimalnya 45 ton. Kalau dilihat beban berat muatan truk yang tenggelam 25 ton, kemungkinan jembatannya yang tidak sesuai standar,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa jembatan tidak akan mengalami ambruk bila tidak melebihi muatan dan kemungkinan ada faktor lain yang menyebabkan jembatan ambruk.
“Kalau 2 mobil lewat saja di jembatan penghubung, tidak menjadi masalah asal tidak berhenti. Posisinya truk lewat jalan terus dan jembatan perlahan turun, kalau bukan muatan lebih, pasti ada faktor lain,” katanya.
PT ASDP Indonesia Ferry telah mengirim tim untuk mencari tahu penyebab robohnya Dermaga V di Pelabuhan Merak, tersebut. Pihak PT ASDP juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
“Kami berkoordinasi dengan pihak keamanan. Kami kirim tim teknis untuk mencari tahu penyebab kejadian itu. Masih dalam tahap investigasi. Kami dari ASDP minta maaf atas kejadian ini, kata Humas PT ASDP Indonesia Ferry, Intan Sugiharti, Minggu (28/7).
Polda Banten langsung turun tangan terkait peristiwa ambukrnya jembatan dermaga 5 Pelabuhan Merak. Bahkan kemarin Polda turun langsung memastikan pelayanan pemudik pada arus mudik dan arus balik pada lebaran mendatang.
“Sementara ini baru pengamanan lokasi seputar ambruknya jembatan dermaga 5 untuk memastikan pelayanan terhadap pemudi nanti,” tegas Wakapolda Banten, Kombes Pol Joko Iryanto kemarin.
Terkait dermaga yang diduga kurang memadai, pihaknya belum bisa mamastikan apakah penyebab pasti dari ambruknya jembatan itu, namun pihaknya mengaku akan melakukan penyelidikan.
“Polda akan melakukan penyelidikan setelah PT ASDP Indonesia Ferry melakukan penyelidikan,” terang dia.
Kapolsek KSKP Merak, AKP Kamarul Wahyudi mengatakan, kejadian ambruknya jembatan terjadi tengah malam saat salah satu truk hendak turun menyeberang dari KMP Windu Karsa Pratama di dermaga itu.
“Peristiwa terjadi sekitar pukul 23.30 malam tadi (kemarin, red), saat bongkar muat truk bernopol BE 9213 CG yang bermuatan tepung tapioka tepat berada di atas MB. Jembatan itu ambruk, sehingga truk itu pun tenggelam,” katanya.
Kamarul mengatakan dugaan awal penyebab terjadinya peristiwa ini, dikarenakan tidak mampunya jembatan penghubung itu menahan daya berat muatan truk yang melintas. Namun pihaknya belum bisa memastikan penyebab pastinya, lantaran masih dalam penyelidikan.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara penumpang truk yang tenggelam baik sopir maupun kernet berhasil diselamatkan, dan telah diamankan untuk keperluan pemeriksaan.
Pasca ambruknya jembatan itu, para penumpang di dalam KMP Wisnu Karsa Pratama sempat tertahan tiga jam lamanya. Para penumpang berhasil dievakuasi ke Dermaga IV, setelah KMP Wisnu Karsa Pratama ditarik tug boat.
“Untuk truk tronton ada 12 unit, truk kecil ada 10 unit, mobil pick up ada 2 unit dan kendaraan roda dua ada 2 unit. Kalau penumpang pejalan kaki tidak ada,” jelas Kamarul.
Pengendara truk nahas, Riadi mengaku kaget saat dirinya menyeberangkan kendaraannya dari kapal menuju daratan. Peristiwa terjadi saat sebagian badan dari truk yang ia kendarai melintas, jembatan penghubung itu miring ke sebelah kiri dan lambat laun amblas.
“Ban depan mobil posisinya sudah sampai jembatan, dan sempat saya rem untuk berhenti. Tapi enggak bisa,” akunya, seraya mengaku secepatnya menyelamatkan diri bersama Haryanto (22), kernetnya, ketika gelagat tidak baik terjadi.
“Waktu itu jembatan mulai turun, saya ngerem untuk berhentikan truk. Kok lama-lama malah amblas, langsung saja saya keluar dari mobil sambil merangkak di dinding-dinding jembatan,” sambungnya.
Truk nahas bermuatan tapioka seberat 28 ton itu baru berhasil dievakuasi, Minggu (28/7) sekitar pukul 17.00 WIB. Upaya pihak PT ASDP mengevakuasi sejak pagi hari terus mengalami kendala. (bagas/nal/adh/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.