Memarkir Mobil Malah Bablas ke Sungai

SERPONG,SN—Sebuah mobil Daihatsu Xenia terjun bebas dan nyemplung ke dalam aliran sungai di kawasan Taman Kota II BSD Serpong Kota Tangerang Selatan, Jum’at (23/8). Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu namun pengemudinya yang ternyata seorang wanita mengalami syok.

Kondisi mobil terbalik dan mengeluarkan asap tebal setelah terjun bebas ke sungai. Seluruh kacanya pecah. Para pedagang yang berjualan di sekitar Taman semula sempat ingin menolong, namun mereka ragu lantaran takut mobil meledak.

Tak berapa lama, dari dalam mobil keluar perlahan Tati Supriati (41), wanita yang mengemudikan mobil tersebut. “Ibu tidak papa?” teriak Lili Alay (34) penjaga warung dan juga saksi mata dalam insiden tersebut menyapa Tati dari atas.

Dari bawah, Tati hanya menggeleng lemas menunjukkan tak ada luka serius yang dialaminya. Buru-buru Lili dan warga sekitar langsung turun ke bawah berusaha mengevakuasi Tati yang wajahnya sudah pucat pasih dan seluruh tubuhnya gemetar syok.

Tati pun dibawa ke warung di area Taman dan ditenangkan warga yang melihat langsung kejadian. Sembari menenangkan diri, ibu rumah tangga itu mengaku tak tahu apa yang sudah terjadi.

“Saya lagi diajar parkir sama pelatihnya, dia turun dulu, ngatur kiri kanan mundur maju mobil yang saya kemudikan. Entah grogi karena tak didampingi pelatih, saya injak gas, padahal maunya injak rem,” ujar wanita berkerudung tersebut.

Alhasil, mobil Xenia silver manual tersebut melaju mundur dengan kencangnya sampai menerobos pagar pembatas, antara area parkir Taman Kota II dengan sungai yang ada di bawahnya. Mobil pun terbalik dengan posisi atap di bawah, mengeluarkan bensin dan sempat keluar asap pada mesin depannya.

Adit (25) pelatih Kursus Mobil Naga Mas yang melatih Tati, tampak tak percaya dengan kecelakaan yang dialami muridnya. Padahal, sebelum sampai dipelajaran terakhir dengan materi memarkirkan mobil, Adit mengaku muridnya itu sudah mahir mengendarai mobil di jalanan.

“Sudah bisa, makanya ini hari terakhir saya kasih materi memarkirkan mobil,” ujarnya. Namun saat ditanya adanya unsur kelalaian dengan meninggalkan Tati menyetir sendiri, Adit membantahnya.

Sebab, jika belajar memarkirkan mobil, pelatih memang harus turun, melihat lurus atau tidaknya area parkir yang dikemudikan muridnya. “Saya kan posisinya di depan mobil, memberi aba-aba kanan kiri maju mundurnya. Memang begitu,” kilahnya.

Dia pun menduga Tati yang juga muridnya itu panik atau grogi saat ditinggalnya turun, bukan seperti biasanya berada di samping kemudi Tati untuk mengarahkan. “Mungkin panik, tapi syukur dia tidak luka parah,” pungkasnya.

Sementara, untuk mengevakuasi mobil yang sudah ringsek tersebut, kantor Pemadam Kebakaran Kota Tangsel, dibantu Dishub dan kepolisian setempat, menggunakan tambang dan bambu untuk menariknya ke jalanan. Sehingga bisa dibawa kembali ke tempat kursus tersebut. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.