Megawati Tidak Mau Terpancing Survei

JAKARTA,SNOL Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyatakan survei-survei mengukur elektabilitas capres maupun parpol yang marak akhir-akhir ini tak pantas dijadikan pegangan oleh partainya.

“Survei yang menurut saya itu jangan dijadikan pegangan, tapi boleh dijadikan masukan,” ujar Mega saat jumpa pers di sela Rapat Kerja Nasional ke-III PDIP, di Ancol, Jakarta Utara, Jumat (6/9)
Bukan bermaksud meremehkan survei, tapi Mega menganggap hasil-hasil survei sering membuatnya bingung, karena kerap tiba-tiba berubah tanpa alasan jelas.
“Saya jadi kayak di ayunan. Nama-nama kadang naik kadang turun. Saya bukan menghina survei, saya belajar statistik juga, how statistic cheating. Survei itu tidak jelas,” ungkap Mega
Mega menambahkan, tanpa survei pun PDIP memiliki modal dalam menyongsong Pemilu 2014. Yakni, basis-basis massa PDIP yang tersebar di berbagai daerah seluruh Indonesia.
“Parpol harus punya ideologi. Modal kita itu yang jadi basis PDIP. Memang ada tempat-tempat yang jadi basis, tapi ada tempat-tempat yang hanya sporadis. Itu yang membuat kita berada di tiga besar,” demikian Mega.
Kemarin, pengamat politik dari FISIP UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Teguh Santosa, pun menyarankan hal serupa. Dia mengatakan, berbagai survei itu hanya mengukur sentimen publik saat survei dilakukan
“Sementara masih ada waktu yang cukup panjang untuk menguji bukan hanya popularitas, tetapi juga prestasi yang semestinya dijadikan pondasi elektabilitas,” terang Teguh, Kamis (5/9).
Teguh juga mengamati bahwa ada lembaga survei bayaran yang hasil risetnya bertujuan menciptakan kesan bahwa seorang tokoh punya kemampuan, dan mengajak orang lain untuk mempercayai kesan itu. Ini yang dikenal sebagai band wagon effects.(ald/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.