IPW Tuding Kompolnas Bermanuver

JAKARTA,SNOL Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane menyayangkan manuver politik yang dilakukan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menjelang pergantian Kapolri.
Menurut Neta, dalam dua bulan terakhir sedikitnya ada tiga manuver politik yang dilakukan Kompolnas yang bisa membuat internal Polri terpecah belah.
Neta menyebutkan, manuver pertama Kompolnas adalah merekrut sejumlah Perwira Tinggi Polri menjadi bakal calon Kapolri. “Padahal, belum ada surat permintaan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, terutama ke internal Polri agar mempersiapkan proses pergantian Kapolri,” ucap Neta, Senin (9/9).
Kedua, sebut Neta, Kompolnas juga mewawancarai para bakal calon Kapolri dan meminta mereka melaporkan kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). “Dalam hal ini para pati (perwira tinggi, red) cenderung dijadikan kelinci percobaan,” ulasnya.
Ketiga, Kompolnas mengumumkan ada tiga pati bakal calon Kapolri yang punya rekening gendut. Padahal, terang dia, sejauh ini belum ada proses hukum terhadap kasus rekening gendut di Polri.
Bahkan, kata Neta, kasus rekening gendut mengemuka di era Kapolri Bambang Hendarso Danuri itu dianggap sudah selesai. “KPK pun tidak pernah mau menyidik kasus tersebut,” ujarnya.
Dari ketiga manuver politik ini, Kompolnas dinilai sudah melakukan pembunuhan karakter. “Baik terhadap Kapolri Timur Pradopo maupun terhadap para bakal calon Kapolri, terutama yang disebut-sebut terlibat rekening gendut,” bebernya.
Neta menambahkan, manuver politik Kompolnas ini sangat tidak etis dan bisa dinilai sebagai sebuah upaya untuk mendukung dan menggolkan calon tertentu. Padahal, menurutnya, sejauh ini belum terlihat ada tanda-tanda dari presiden akan mengganti Kapolri Timur Pradopo yang akan baru memasuki masa pensiun pada Januari 2014.
“Untuk itu IPW mendesak Kompolnas segera meminta maaf, terutama terhadap Kapolri Timur Pradopo yang sudah terzalimi akibat adanya isu pergantian Kapolri yang digulirkan Kompolnas,” kata dia.(boy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.