Hatta Rajasa Letakkan Batu Pertama Pabrik Semen Merah Putih

LEBAK,SNOL Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa melakukan peletakan batu pertama proyek MP3EI satu-satunya di Banten, yakni pabrik Semen Merah Putih.
Hatta datang bersama Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal; Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak; dan Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun. Mereka disambut tarian khas Banten Walijah Maliha.
Hatta menegaskan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) yang dijalankan pemerintah sejak 2012 menekankan pada koridor pembangunan daerah Indonesia sehingga tidak ada lagi daerah tertinggal; konektivitas infrastruktur dengan melibatkan pemerintah, BUMN dan swasta; serta peningkatan Sumber Daya Manusia dan teknologi.
“Banten itu masuk koridor Sumatera dan masuk dalam lima kawasan perhatian investasi (KPI). Diantaranya Lebak, Cilegon, Tangerang, Serang, Pandegelang,” tegas Hatta saat memberi sambutan di kompleks Pabrik Semen Merah Putih, Bayah, Lebak, Banten, Rabu (11/9)
Dalam suasana pertumbuhan dan investasi yang terus meningkat, Hatta mengingatkan bahwa kebutuhan semen secara nasional baru mencapai 200 kg per kapita.
“Itu terkecil se-Asia. Makanya kita akan terus lakukan akselerasi. Dengan MP3EI nanti kita targetkan kebutuhan semen pada tahun 2020 lebih dari 300 kg per kapita. Kemudian 2025 idealnya 600 kg per kapita,” terang Hatta
Hatta mengakui bahwa Indonesia secara nasional masih kekurangan semen. Produksi semen di Indonesia per tahun, menurut Hatta, baru mencapai 50,3 juta ton. Karenanya harga meningkat dengan meningkatnya permintaan semen. Akibat harga meningkat dan semen kurang, maka ancamannya adalah terhentinya pembangunan.
“Semen sangat dibutuhkan untuk akseleserasi program MP3EI. Makanya kita buka investasi sebanyak-banyaknya untuk tingkatkan semen. Selain juga nanti bisa tingkatkan kesejahteraan daerah dengan merekrut sumber daya manusia lokal,” kata Hatta.
Presiden SBY pun mengapresiasi investasi proyek yang mencapai lebih dari US$ 600 juta atau di atas Rp 6 triliun. Karena jika semen merah putih indonesia sudah rampung di 2015 semen bisa diproduksi sampai lebih dari 4 juta ton per tahun.
“Saya juga bilang ke PT Cemindo pemerintah akan kasih insentif, termaasuk tax holiday kalau bangun di Papua. Disana cadangan batu gamping luar biasa,”demikian Hatta
Meningkatnya permintaan semen di Indonesia dan untuk menunjang kebutuhan baku berkualitas demi kebutuhan infrastruktur nasional lewat program MP3EI, produsen Semen Merah Putih di bawah naungan PT Cemindo Gemilang merealisasi pembangunan pabrik terintegrasi pertamanya yang berlokasi di area seluas 500 hektar di pinggir laut selatan kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten.
Dirtektur Utama PT Cemindo Gemilang, Ateng Slamet, mengatakan, sumber energi pabrik semen merah putih selain berasal dari batu bara, juga menggunakan energi listrik sebesar 60 Megawatt dari PLTU Pelabuhan Ratu. Semen Merah Putih merupkan proyek MP3EI satu-satunya di kawasan selatan Banten dengan nilai investasi US$ 600 juta dan diprediksi mulai beroperasi tahun 2015.
Semen Merah Putih menargetkan akan menyerap 4.000 tenaga kerja lokal Banten dan memproduksi 4 juta ton semen per tahun.(ald/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.