Segera, Anak Sekolah di Jakarta Dilarang Bawa Kendaraan Pribadi

F-mobil_dul-DOK JPNNJAKARTA,SNOL Kecelakaan beruntun yang melibatkan Ahmad Abdul Qodir Jaelani alias Dul (13) dan menewaskan enam orang pada Minggu (9/9), membuat Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta mengeluarkan aturan baru.

Dalam surat imbauan yang segera dikirimkan ke orang tua murid tersebut tertulis jelas bahwa anak berusia di bawah 17 tahun tidak diizinkan membawa kendaraan, baik itu roda dua atau roda empat ke sekolah.
“Sekarang kami sedang menyiapkan surat edaran, agar Kepala Sekolah melakukan sosialisasi. Kita berkirim surat ke orang tua, untuk ikut serta mengawasi anak-anaknya agar tidak membawa kendaraan ke sekolah,” ujar Wakil Kepala (Disdik) DKI Jakarta, Agus Suradika saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (11/9).
Andi juga menyampaikan bahwa anak di bawah 17 tahun belum memiliki Surat Ijin Mengemudi (SIM). Selain menyalahi aturan, Ia menilai mengijinkan anak-anak membawa kendaraan juga membahayakan nyawanya sendiri dan orang lain.
“Sesuai dengan ketentuan jelas, bahwa anak di bawah usia 17 tahun belum punya SIM,” ujarnya.
Dalam surat edaran tersebut, lanjutnya, tertulis aturan bahwa sekolah tidak boleh menyediakan ruang parkir. Selain itu, untuk berangkat dan pulang sekolah, anak diimbau untuk naik kendaraan umum atau diantar oleh orang tua masing-masing. Apalagi dengan keberadaan bus gratis oleh Pemprov DKI. Andi meminta agar masyarakat mempergunakan kendaraan umum tersebut dengan maksimal.
“Bus sekolah sudah disiapkan, gratis. Siswa dapat memanfaatkan itu,” ucapnya.
Untuk mendukung aturan tersebut, Disdik akan meminta Dinas Perhubungan DKI mengubah rute bus sekolah. Sehingga sekolah yang tidak dilintasi oleh angkutan umum dapat menggunakan bus sekolah yang telah disiapkan Pemprov DKI.
“Sekarang bus sedang di upgrade oleh Dinas Perhubungan. Nanti kita minta agar rute diperbanyak lagi,” tandasnya.(rus/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.