Tekan Biaya Politik untuk Hindari Praktik Korupsi

JAKARTA,SNOL Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyatakan biaya politik yang mahal membuat banyak politisi harus menjadi perampok uang negara alias koruptor.
Sebab, para politisi pasti harus mengembalikan biaya politik yang dikeluarkan saat berjuang mendapatkan jabatan.
“Karena kalau mahal, mereka akan berusaha mengembalikan dengan mencopet, merampok,” kata Ganjar usai menghadiri diskusi terbatas dengan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (12/9), di kantor KPK.
Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR itu mengatakan bahwa dirinya dalam diskusi politik dengan KPK itu menegaskan perlunya solusi atau upaya memperbaiki sistem supaya biaya politik tidak mahal. “Tadi akhirnya dibicarakan, kenapa politik mahal? Kenapa kemudian kita tidak bisa mencari mekanisme-mekanise yang bagus, bagaimana transparansi harus diciptakan,” ujar dia.
Ganjar pun menceritakan saat menjadi Ketua Panitia Khusus pembahasan Undang-undang Pemilu MPR/DPR/DPD/DPRD dulu. Kala itu, politikus  PDI Perjuangan itu diminta KPK melakukan policy improvement.
Ganjar lantas mengusulkan penghematan biaya kampanye diakomodasi dalam undang-undangf. Misalnya, dalam pemasangan atribut yang dilakukan di tempat tertentu saja, kampanye debat terbuka, serta kegiatan lainnya yang bersifat edukatif. “Itu bisa meminimalisasi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh anggota (partai politik) sehingga tidak mahal,” katanya.
Ganjar pun menceritakan kesuksesannya meraih kursi Gubernur Jateng melalui Pemilukada langsung tanpa mengumbar uang. Alumnus Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada itu mengaku memilih rajin menyambangi masyarakat dan mengefektifkan kinerja kader-kader PDIP untuk bergotong royong.
Ia menegaskan, sekarang ini masyarakat itu sudah cukup cerdas. Menurutnya pula, masyarakat sekarang ini sudah mau mengerti terkait gagasan dan ide-ide yang diberikan oleh kandidat. “Setidaknya kampanye saya tidak mahal, dan terbukti dengan gotong royong masyarakat bisa,” katanya.
Bahkan, ia menambahkan, biaya politik yang dikeluarkannya untuk memenangkan pemilihan Gubernur Jateng jauh lebih murah dibanding saat berusaha meraih kursi DPR di Pemilu legislatif 2009 silam. “Terbukti saya terpilih dengan tidak biaya mahal, jauh lebih mahal ketika saya kampanye tahun 2009 lalu,” beber Ganjar.(boy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.