Mendagri Teken SK Pemberhentian WH

Gamawan FauziTANGERANG, SNOL  Simpang siur soal status Surat Keputusan pemberhentian Wa­likota Tangerang Wahidin Halim akhirnya terjawab sudah. Disampaikan Wakil Wa­likota Tangerang Arief Wismansyah, di­rinya sudah mendapatkan informasi jika SK tersebut kini sudah ditandatangani Mendagri Gamawan Fauzi.
“Berdasarkan informasi yang saya da­patkan, suratnya sudah di tanda tangani Mendagri,” ujarnya usai penerima penghar­gaan WTPuntuk penyajian laporan keuan­gan 2012, Kamis (12/9).
Meski demikan, Arief mengaku jika hingga saat ini pihaknya belum melihat se­cara detai bentuk SK tersebut. Oleh karena itu, pihaknya telah mengutus Bagian Hukum Pemkot Tangerang untuk mengecek perihal kebenaran in­formasi tersebut. “Tapi sampai saat ini, saya belum lihat SK-nya. Saya sudah menginstruksi­kan kepada bidang hukum untuk coba cek ke Kemendagri,” pung­kasnya.
Menurut Arief, nantinya SK tersebut akan disampaikan dari Kemendagri kepada Gubernur terlebih dahulu untuk kemu­dian disampaikan ke Pemkot Tangerang. “SK itu kan gak bisa langsung ke kita (Pemkot). Nantinya dari kemendagri akan disampaikan ke Gubernur dulu. Jadi kita tunggu saja,” katanya.
Arief juga tak memungkiri jika SK yang disampaikan dari Ke­mendagri terkait pemberhentian Wahidin Halim memang sangat dibutuhkan. Mengingat kuasa atas keputusan serta kebijakan yang ada di Kota Tangerang harus dilakukan oleh pimpinan daerah, dalam hal ini Walikota. “Mudah-mudahan bisa segera sampai SK-nya. Karena kita me­mang butuh,” pungkasnya.
Namun di sisi lain, Arief juga enggan terburu-buru dengan ja­batan Plt yang akan segera dis­andangnya pasca sampainya SK tersebut. Bahkan dirinya juga menampik dugaan yang men­gatakan jika WH dipecat oleh Mendagri dari jabatannya seba­gai Walikota. “Pak Wali itu bu­kan dipecat, tapi diberhentikan dengan hormat,” tuturnya.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Tangerang Herry Rumawatine yang ditemui Satelit News men­gatakan, dengan keluarnya SK Pemberhentian Wahidin Halim, maka pelaksanaan paripurna pengajuan ABPD P segera bisa dilakukan. “Mudah-mudahan Senin (16/9),” katanya.
Herry menuturkan, dengan ke­luarnya SK Mendagri tersebut, Arief sudah menjabat secara Plt. “Tidak perlu lagi lewat paripur­na, cukup adanya SK itu saja,” terangnya.
Namun Herry mengingatkan, lantaran hanya Plt, kewenangan Arief lebih terbatas dibanding walikota defenitif. “Ada empat hal yang tidak boleh dilakukan­nya, dua diantaranya yang saya ingat adalah tidak boleh melaku­kan mutasi dan mengubah ke­bijakan Walikota sebelumnya,” jelasnya.
Terpisah, Mendagri Gamawan Fauzi telah menandatangani su­rat keputusan pemberhentian Wali Kota Tangerang Wahidin Halim sebagai kepala daerah. Hal tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti penetapan yang bersangkutan dalam daftar calon tetap (DCT) DPR.
“Tadi di biro hukum sudah saya tanda tangani pagi tadi (kemarin), dari Wali Kota Tangerang. Sudah saya tanda tangani surat pember­hentian,” ujar Gamawan seusai acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pe­merintah 2013 di Kementerian Keuangan, Kamis (12/9), Jakarta Pusat.
Mendagri mengungkapkan, ia masih akan menandatangani lagi sembilan surat keputusan pem­berhentian bagi kepala daerah maupun wakil kepala daerah yang namanya telah ditetapkan sebagai calon anggota legislatif (caleg) untuk Pemilu 2014 nanti. “Saya akan kembali ke kantor untuk menandatangani sembi­lan lagi surat pemberhentian. Ada bupati/wali kota, ada wakil (bupati/wali kota) juga,” lanjut mantan Gubernur Sumatera Ba­rat itu.
Sebelumnya, Wahidin dinya­takan masuk dalam DCT dari dapil Banten III. Hingga kini, dia masih aktif menjabat seba­gai kepala daerah. Kasus serupa terjadi pula di Kotamobagu, Su­lawesi Utara. Kepala daerah se­tempat, Djelantik Mokodompit, juga diloloskan KPU masuk da­lam DCT. Ini juga sama halnya dengan Bupati Nagekeo Nusa Tenggara Timur Johanes Samp­ing Aoh, yang tercatat sebagai caleg Partai Amanat Nasional (PAN) dari dapil NTT I. Padahal, Johanes sampai sekarang belum mundur dari jabatannya sebagai bupati daerah tersebut. (kiki/kcm/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.