Arief Bingung Jabatan Walikota

Pemkot Terima SK Pemberhentian WH
TANGERANG, SNOL  Wahidin Halim (WH) akhirnya benar-benar diberhentikan dari ja­batannya sebagai Walikota Tangerang oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Ju­mat (13/9), Surat Keputusan (SK) pemberhen­tian tersebut sudah diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
“Ya, surat pemberhentian Pak Wali sudah kami terima dari Pemprov Banten tadi siang (kemarin). Tapi jangan salah lagi ya, beliau bukan dipecat melainkan diberhentikan secara hormat oleh Mendagri,” kata Wakil Walikota Tangerang Arief R Wismansyah kepada Satelit News kemarin.
Dalam surat keputusan tersebut, Mendagri Gamawan Fauzi juga menunjuk Arief R Wis­mansyah sebagai pelaksana tugas (Plt) Wa­likota Tangerang. Sebagai Plt Walikota, Arief diberi kewenangan penuh untuk menjalankan tugas sebagai wa­likota hingga walikota dan wakil walikota Tangerang terpilih pada Pemilukada 2013 lalu dilantik.
Namun, disinggung soal Plt Walikota ini, Arief Wismansyah justru mengaku bingung. Menurut Arief, dalam salah satu poin surat keputusan tersebut menyatakan bahwa dirinya diberi kewenangan penuh untuk melaksanakan tugas, tanggung jawab dan wewenang sebagaimana walikota definitif. “Untuk istilahnya saya masih bingung, apakah ini Pelaksana Tugas (Plt) atau Pejabat Semen­tara (Pjs). Saya takut salah. Coba tanyakan ke DPRD,” tukas Arief.
Sementara itu, Ketua DPRD Kota Tangerang, Herry Ruma­watine mengatakan, soal pem­berhentian Walikota Wahidin Halim dan pengangkatan Arief Wismansyah jadi Plt Walikota Tangerang sesuai dengan Un­dang-Undang 32 Tahun 2012 dan Peraturan Pemerintah No­mor 96 Tahun 2012. Dalam hal ini, DPRD tidak harus mengge­lar rapat paripurna dan secara otomatis wakil walikota men­duduki jabatan walikota.
“Dengan dikeluarkannya SK itu saja sudah cukup. Karena saat ini sejumlah program ban­yak yang tertunda lantaran tidak adanya kepastian siapa yang berhak untuk menandatangani berkasnya,” kata Herry.
Terkait pergantian tampuk pimpinan di Kota Akhlakul Ka­rimah ini, Herry meminta kepada masyarakat Kota Tangerang un­tuk memahami persoalan. Hal ini lantaran Herry mendengar banyak anggapan bahwa pemberhentian Wahidin Halim tersebut atas desa­kan dari DPRD Kota Tangerang.
“Soal pengunduran diri WH itu kan memang keputusan prib­adinya, karena namanya tercan­tum di Daftar Calon Tetap (DCT) DPR-RI sebagai caleg dari Partai Demokrat dengan nomor urut 2, untuk daerah pemilihan (dapil) Banten III,” jelasnya.
Terpisah, Pakar Hukum Tata Negara, Professor Ryaas Rasyid menyatakan, dengan keluarnya SK tersebut, Wahidin Halim res­mi berhenti dan harus melepas­kan jabatannya sebagai walikota dan secara otomatis wakilnya menggantikan posisinya. “Tidak perlu ada paripurna, kan sudah ada SK-nya,” ujarnya.
Sedangkan ketika ditanya apa saja wewenang dari pengganti Wahidin Halim, Ryaas menjelas­kan, pengganti Wahidin dalam hal ini Arief R Wiswmansyah bisa menjalankan tugas seba­gai walikota dengan sejumlah batasan. “Arief bisa menjalank­an tugas layaknya walikota. Tapi tentu ada batasannya, seperti menentukan kebijakan strategis, misalnya memutasi pejabat atau pegawai secara besar-besaran,” pungkasnya. (kiki/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.