Pelayanan PDAM TKR Dinilai Buruk

Air tak Mengalir ke Villa Balaraja, Pasokan Terhenti
BALARAJA,SNOL  Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Tirta Kerta Raharja (TKR) Kabupaten Tangerang terancam dimejahijaukan oleh pelanggannya sendiri karena pelayanannya yang dinilai buruk. Mengingat, sudah beberapa tahun terakhir ini suplay air bersih ke wilayah perumahan Villa Balaraja Kecamatan Balaraja, tersendat.
Warga perumahan Villa Balaraja RT.05/06 Desa Saga Kecamatan Balaraja mengeluhkan pelayanan PDAM TKR. Untuk keperluan MCK saja warga harus rela mengeluarkan kocek dari kantongnya sendiri dengan membeli air bersih kepada pedagang air keliling.
Menurut Rustam Ependi, perwakilan warga, krisis air bersih yang selama ini terjadi di wilayah itu disebabkan tidak normalnya distribusi air pada jaringan instalasi PDAM ke perumahan tersebut. “Instalasinya ada, tapi airnya ga keluar,” kata Rustam.
Dia mengaku heran kenapa PDAM tidak membenahi jaringan instalasi panyaluran air ke setiap rumah pelanggannya di perumahan itu. Padahal, Balaraja masuk wilayah Kabupaten Tangerang dan seharusnya menjadi tanggungjawab PDAM untuk memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya.
Rustam berharap agar kesepakatan yang ditandatangani kedua belah pihak antara perwakilan warga dan management PDAM TKR pada tanggal 30 Januari 2013, tidak diingkari. Adapun isi dari surat kesepakatan tersebut antara lain; PDAM akan mengirim air Tangki kepada warga perumahan selama jaringan instalasinya tidak berfungsi dan memutuskan sambungan non langganan.
”Kesepakatan itu memang pernah berjalan. PDAM mengirimkan air tangki, tapi kesini-sininya terhenti sampai sekarang,” tukasnya.
Akibat buruknya pelayanan PDAM TKR, warga mengancam akan melakukan aksi demontrasi dan menggugat secara hukum karena PDAM TKR telah mengingkari kesepakatan yang telah ditandatangani. ”Jika PDAM tetap bersikukuh dan tidak melaksanakan kesepakatan yg sudah di buat, kami akan melakukan gugatan atau wanprestasi karena PDAM TKR ingkar janji,” ujarnya.
Dayat, warga lainnya mengatakan, jumlah pelanggan PDAM TKR di wilayah itu diperkirakan sekitar 2000. Kebutuhan air bersih per hari sebanyak 200 liter/KK. Sayangnya, selama ini PDAM TKR tidak bisa memenuhi kebutuhan itu. ”Ironisnya lagi warga tetap harus membayar abodemen Rp 23 ribu tiap bulannya kepada PDAM sekalipun air tidak mengalir,” tukasnya.
Direktur Utama PDAM TKR Rusdy Mahmud tidak dapat dihubungi ketika dikonfirmasi wartawan melalui telpon selulernya, kemarin. (jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.