Kunker, Anggota DPRD Lebak Nyabu

heboh dewan nyabu2 OKNgaku Biar Tidak Ngantuk Saat Ikut Rapat
LEBAK, SNOL Kelakuan ASalias Asep Saepudin (38), ok­num anggota DPRD Kabupaten Lebak ini tidak pantas ditiru. Mengaku agar tidak ngantuk saat mengikuti rapat dalam kunjungan kerja (kunker) di Bandung, ASnekad mengkon­sumsi narkoba jenis sabu-sabu. Politisi Partai Barisan Nasional (Barnas) ini pun ditangkap satu­an Reserse Narkoba Polrestabes Bandung.
“Selain menangkap AS, kami juga menangkap tersangka lain yang katanya teman ASyakni FF (23),” kata Kasat Narkoba Polrestabes Bandung, AKBPAgus Dwi Hermawan, di Bandung, Kamis (19/9). Agus mengatakan, penang­kapan AS dan FF dilakukan pada tanggal 4 September lalu sekitar pukul 02.30 WIB di Hotel Grage Jalan Buah­batu Kota Bandung. “Jadi dari keterangan tersangka, AS dan FF ini membeli barangnya di Jakarta. Dia sempat memakai barangnya di sana, lalu sisanya dibawa ke Bandung,” ujarnya.
Tersangka FF, kata Agus, di­tangkap oleh polisi di parkiran hotel. Dan dari keterangan FF diketahui bahwa FF mengon­sumsi narkoba dengan AS yang sedang berada di dalam kamar hotel. “Ketika me­nangkap AS, di kamar hotel­nya kami menemukan barang bukti berupa 0,4 gram sabu dalam bungkus plastik ben­ing. Sedangkan dari hasil tes urine, AS dan FF positif men­gonsumsi sabu,” kata dia.
Dikatakannya, saat ini polisi ini sedang memburu RD yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena RD diketa­hui sebagai penjual sabu kepada tersangka AS dan FF di Jakarta.
Atas perbuatannya tersebut, tersangka AS dan FF dijerat pasal 112 ayat (1) juncto pasal 132 ayat (1) juncto pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.
Sementara itu, tersangka AS (38) mengatakan alasan dirinya mengonsumsi narko­ba jenis sabu agar tidak men­gantuk ketika sedang melaku­kan rapat bersama para wakil rakyat lainnya. “Kenapa pakai itu (sabu) karena biar enggak ngantuk waktu rapat,” ujar tersangka AS.
Menurut dia hampir setiap menjelang rapat dirinya men­gonsumsi sabu, dan dirinya mendapatkan barang haram itu dengan cara membelinya dari RD yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). “Untuk satu paket kecil sabu, saya membelinya dengan har­ga Rp350 ribu. Tapi terakhir saya membelinya secara pa­tungan dengan FF,” katanya.
Siap Beri Sanksi
Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten Lebak siap memecat Asep Saepudin jika terbukti mengkonsumsi narkoba dan ditetapkan seba­gai tersangka oleh Polrestabes Bandung. Pemecatan tersebut dilakukan melalui proses per­gantian antar waktu (PAW).
“Kalau sudah ditetap­kan sebagai tersangka tentu kita akan menindak lanju­tinya dengan mengusulkan ke Partai Barnas agar yang bersangkutan di-PAW,” kata Ketua BK DPRD Lebak, KH Wawan Gunawan, kepada Satelit News, Kamis (19/9).
Dikatakan Wawan, pihaknya mengetahui AS ditangkap oleh Polrestabes Bandung karena diduga mengkonsumsi narko­ba jenis sabu, pada Kamis (12/9) lalu setelah pimpinan DPRD Lebak mendapatkan surat pemberitahuan dari Pol­restabes Bandung.
“Dalam surat pemberitahuan tersebut AS ditangkap bersama temannya yakni FF (23) oleh sat­uan Reserse Narkoba Polrestabes Bandung sedang mengonsumsi sabu di dalam kamar hotel pada Kamis (4/9) lalu, sekitar pukul 02.30 WIB,” tukasnya.
Menindaklanjuti surat pemberitahuan tersebut, BK DPRD Lebak kemudian membentuk tim kecil untuk menelusuri kebenaran terse­but. “Tim dari BK DPRD In­sya Allah besok (hari ini-red) akan berangkat ke Bandung, untuk memastikan saja,” ujar politisi asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.
Kapan desakan PAW AS akan dilayangkan ke Par­tai Barnas? Wawan enggan berkomentar banyak. “Tentu setelah memastikan bahwa AS benar-benar menjadi ter­sangka,” tukasnya.
Sementara DPC Partai Barnas Kabupaten Lebak mengaku belum mengetahui terkait penangkapan AS kar­ena mengkonsumsi narkoba. “Kita baru tahu justru dari wartawan,” ujar Najmudin, salah satu fungsionari DPC Partai Barnas Lebak kemarin.
Soal desakan agar AS segera diganti melalui proses PAW, Najmudin mengaku menunggu keputusan final kasus hukum AS. “Kalau benar yang bersang­kutan sebagai pengguna narko­ba, tentu kita akan menggelar rapat internal,” ungkapnya.
Najmudin menambahkan, proses PAW juga memerlu­kan waktu yang tidak sing­kat. “Usulan PAW akan kami layangkan ke DPP Partai Bar­nas. Jika sudah disetujui, tentu akan segera kami laporkan ke pimpinan dewan untuk segera dilantik,” tukasnya.
Sekretaris DPRD Lebak, Eri Rachmat menyatakan, cepat lambatnya proses pergantian anggota dewan tergantung dari partai yang bersangku­tan. “Jika usulan PAW sudah dilayangkan ke pimpinan DPRD Lebak, tentu kita akan memberikan tembusan juga ke Gubernur Banten,” jelas­nya. (ahmadi/deddy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.