Puluhan Dokter Geruduk DPRD

SNOL. Di gedung DPRD Kota Tangsel, sekitar 20 dokter dari RSU Tang­sel kemarin melakukan aksi unjuk rasa. Di halaman gedung wakil rakyat itu, para dokter spesia­lis ini membawa spanduk berisi penolakan terhadap posisi Neng Ulfa dan kebijakan Dinkes yang mendatangkan dokter dari Malay­sia untuk transfer of knowledge di RSU Tangsel. “Tuntutan kami tetap sama. Kedatangan kami un­tuk menyampaikan aspirasi kami ke DPRD,” kata perwakilan dok­ter dari RSU Tangsel, dr Daniel Richard, SPoG.
Ditanya terkait pemecatan dan sanksi yang diberikan kepada lima dokter TKS dan dokter PNS yang melakukan aksi unjuk rasa pada Jumat lalu, Daniel mengaku belum mendengar kabar tersebut. “Saya belum dengar kabar itu. Yang pasti, dokter-dokter yang ada di sini tidak mangkir dari kerja. Ini di luar jam kerja,” klaimnya.
Sementara di gedung dewan, puluhan dokter yang diterima Komisi II ini memberikan waktu seminggu pada Pemkot Tang­sel untuk melakukan perbaikan. “Kami hanya menginginkan per­baikan dalam pengelolaan RSU yang benar,” ucap Daniel.
Bahkan di hadapan dewan, Dan­iel mengaku jasa medis yang har­usnya dibayarkan sebulan sekali kepada belasan dokter belum dibayarkan pihak RSU sejak em­pat bulan terakhir. Menurut Dan­iel, teknis pembayaran jasa medis oleh Dinkes harusnya dilakukan per bulan dengan sistem manual. “Sumpah, sudah empat bulan kami tidak mendapat pembayaran jasa medis dari RSU,” ujarnya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel Zaid El Habib mengatakan pihaknya dalam pe­kan ini akan memanggil Dinkes Kota Tangsel untuk menjelaskan permasalahan di internal RSU. Terang Zaid, pihaknya menyoro­ti soal keberadaan tenaga medis asing di RSU dan juga mengenai jasa tenaga medis yang dikata­kan para dokter belum dibayar­kan. “Kami akan carikan solusi. Bagaimanapun manajemen RSU dan dokter harus saling mengisi. Kami akan konfrontir kebenaran cerita dari dokter dan manaje­men RSU,” ucapnya.
Senada, Ketua Komisi II DPRD Kota Tangsel Siti Khadi­jah mengaku bakal menampung aspirasi dari puluhan dokter yang bertugas di RSU Kota Tangsel ini. “Kita akan tindaklanjuti,” katanya singkat.
Pasien di RSU Telantar
Puluhan warga Kota Tangsel yang hendak berobat ke RSU Tangsel, terpaksa tidak dapat pelayanan dari dokter, Senin (23/9). Mereka telantar dan ada beberapa pasien yang terpaksa pulang ke rumah dan mencari rumah sakit lain untuk berobat. Hal tersebut karena hanya ada satu dokter jaga untuk menan­gani beberapa pasien.
Menurut sejumlah perawat dan pegawai rumah sakit, para dok­ter yang biasa praktek di RSU Tangsel, tengah melakukan aksi damai ke gedung DPRD Tang­sel dengan menyampaikan petisi yang merupakan tuntutan dari para dokter.
Yusiningsih, warga Pamulang mengaku datang ke RSU untuk berobat ke spesialis penyakit da­lam. Bahkan ia sudah sejak hari Jumat sudah mendatangi Puskes­mas untuk meminta rujukan agar bisa berobat ke RSU. Namun sampai di RSU, ia justru harus menunggu lama karena hanya ada satu dokter jaga di Unit Ga­wat Darurat (UGD).
“Saya sudah sejak Jumat mau berobat ke sini. Sebelum ke sini, saya harus ke Puskesmas dulu minta rujukan, baru bisa ke RSU. Tapi hari ini (kemarin), malah ka­tanya dokternya tidak ada. Kata perawat lagi demo ke DPRD. Kalau begini sih saya cari rumah sakit lain aja, ya meskipun harus bayar,” ungkap Yuningsih.
Hal senada diungkapkan Sub­roto, warga Ciputat. Menurut­nya, ia berobat ke RSU agar se­cepatnya mendapat pengobatan. Namun begitu tiba di RSU, ia malah telantar dan belum juga dapat dilayani dokter. “Saya su­dah batuk-batuk seminggu dan sesak. Maunya sih datang ke RSU biar langsung dirawat. Tapi masih harus antre,” ungkap Sub­roto. (pramita/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.