PKL Kembali Kuasai Jalan dan Trotoar

SERPONG,SNOL Kemacetan lalulintas di jalan Pasar Serpong terus terjadi setiap hari. Selain karena ulah angkutan kota (angkot) yang menunggu sewa seenaknya, kembalinya Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menjajakan barang dagangannya di badan jalan raya dan trotoar juga turut menjadi penyumbang kemacetan.
Pantauan di lokasi, lapak PKL berjejer di badan jalan raya Pasar Serpong, mulai dari pintu rel kereta api sampai ruas jalan depan Puskesmas Serpong. mereka seperti tidak peduli dengan sejumlah plang himbauan larangan berjualan di badan jalan dan trotoar. Bahkan petugas penegak peraturan daerah (Perda) sudah seringkali melakukan penertiban. Sayangnya, pasca penertiban itu, kawasan tersebut tidak diawasi dengan menempatkan petugas Pol PP. Sehingga, PKL dengan leluasanya kembali berdagang di badan jalan raya.
Kemacetan bertambah parah dengan maraknya kendaraan roda dua dan roda empat yang diparkir di tepi jalan raya. Kondisi semakin semrawut dengan banyaknya kendaraan angkot yang menunggu sewa seenaknya dengan melambatkan dan menghentikan angkot di tengah jalan. “Mereka (sopir angkot) sengaja menghentikan angkotnya di tengah jalan untuk menunggu sewa, sehingga kendaraan lain di belakangnya ngga bisa lewat. Gara-gara ulah mereka itulah lalulintas jadi macet setiap hari,” cetus Sarbini (39), warga Serpong yang mengaku hampir setiap ahri melihat kesemrawutan itu. Pihaknya meminta agar Pemkot Tangsel serius menertibkan atau menata PKL di Pasar Serpong dan menata arus lalulintas agar kemacetan tidak terus-menerus terjadi.
Senada diungkapkan Hartono (41), warga Setu ini menyayangkan kemacetan di kawasan Pasar Serpong yang terus menerus terjadi. Padahal, masalah kemacetan ini mestinya sudah tidak lagi terjadi, mengingat Serpong kini sudah ditangani oleh Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang sekup wilayahnya lebih sedikit ketimbang saat masih dibawah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Tangerang. “Pemkotnya payah, masak memecahkan masalah kemacetan di Serpong saja gak bisa,” celotehnya. (Jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.