Minta Puan Gigih Suarakan Kepentingan Perempuan

Megawati SoekarnoputriJAKARTA,SNOL Ketua Umum PDI P, Megawati Soekarnoputri, meminta putrinya, Puan Maharani agar lantang menyuarakan kepentingan kaum perempuan. Menurut dia, banyak persoalan perempuan yang tak tertangani dengan baik.

“Saya bilang ke Puan, ‘kamu penerus saya, kamu harus bersuara’. Mana kita? Ketika harga lebih mahal, kok berdiam diri saja?” ucap Megawati pada diskusi bertema “Perempuan dan Peradaban Indonesia” di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (9/10). Puan yang duduk di samping Megawati pun terliat menahan senyum sambil menerawang ke arah peserta diskusi.
Dalam diskusi yang dihadiri sejumlah tokoh perempuan seperti Prof Musdah Mulia, Saparinah Sadli, Rini Soemarno dan sejumlah aktivis buruh itu Megawati menyoroti kiprah perempuan Indonesia saat ini yang justru mengalami kemunduran dibanding para pejuang perempuan di era perjuangan kemerdekaan. Menurutnya, kiprah perempuan Indonesia saat ini justru terlalu individualis.
Padahal, lanjutnya, kaum perempuan di era perjuangan kemerdekaan berkiprah dalam pergerakan. “Mereka punya dedication of life yang sangat kuat. Kalau dikatakan saat ini perempuan Indonesia sudah sangat maju, benar. Tapi individual, belum secara pergerakan,” lanjut Presiden RI kelima itu.
Megawati juga mengaku prihatin dengan banyaknya kaum perempuan yang menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW), penderita HIV/AIDS, hingga anak-anak yang terjerumus ke perangkap narkoba. “Ke mana kaum ibu? Apa tak punya concern?” keluhnya.
Diskusi itu sekaligus menjadi ajang memperkenalkan Musdah Mulia sebagai Direktur Eksekutif Megawati Institue. Guru besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta itu menggantikan Arif Budimanta.
“Hasil rapat Pleno DPP kemarin, atas kesediaan ibu Musdah, kita kukuhkan ibu Musdah sebagai Direktur Megawati Institute,” kata Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo saat memberi pengantar pada pembukaan diskusi itu.(ara/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.