Andi Arief Menganalisa Rumor Penculikan dengan Ayat Al Quran

SNOL. Pihak Istana kesulitan menemukan kebenaran dari rumor tentang penculikan Prof. Subur Budhisantoso oleh anggota Badan Intelijen Negara (BIN).
Untuk menjelaskan apa yang ada di balik pernyataan M Rahmad sang moderator dalam diskusi di kediaman Anas Urbaningrum hari Jumat lalu (18/10), Staf Khusus Presiden, Andi Arief, merujuk pada Al Quran.
“Karena sulit, maka apa yang dilakukan Rahmad menjadi kesempatan baik melihat kembali watak manusia menurut kitab suci,” ujar Andi Arief sambil menambahkan bahwa kitab suci lain juga menyatakan hal yang kurang lebih sama tentang sifat manusia.
Andi Arief merujuk pada kompilasi sifat-sifat manusia yang ditulis di sebuah blog. Tujuh di antaranya adalah:
1. Manusia itu lemah seperti dalam Surat Annisa ayat 28 yang berbunyi: “Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia dijadikan bersifat lemah.”
2. Manusia itu gampang terperdaya. “Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.” (Q.S. Al-Infithar: 6)
3. Manusia itu lalai. “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu.” (Q.S. At-takaatsur: 1)
4. Manusia itu penakut dan gampang khawatir. Ini diterangkan dalam Q.S. Al Baqarah ayat155.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.”
5. Manusia itu bersedih hati, seperti disebutkan dalam Q.S. Al Baqarah ayat 62.
“Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah , hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.”
6. Manusia itu tergesa-gesa. “Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.” (Al-Isra’: 11)
7. Manusia itu suka membantah. “Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.” (Q.S. An Nahl 4) (dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.