Bantu Obati 740 Penyandang Cacat

Kumpulkan Donasi Lewat Medical Check Up
PONDOK AREN,SNOL Selalu ada cara unik untuk mencari ladang amal. Seperti yang dilakukan Yayasan Sayap Ibu, di Graha Raya Bintaro, Kelurhan Pondok Kacang Barat Kecamatan Pondok Aren, Minggu (27/10).
Selama satu hari penuh, masyarakat berhasil mengumpulkan puluhan juta rupiah untuk pembangunan sarana prasarana serta penunjang kesehatan bagi anak-anak insabilitasi di seluruh Indonesia. Bagaimana caranya?
“Kami menggelar Medical Check Up untuk Sahabat. Yakni cek kesehatan lengkap dengan biaya Rp1,5 juta. Seluruh biaya tersebut disumbangkan untuk Yayasan Sayap Ibu,” ungkap penyedia layanan kesehatan, Direktur Medika Prakarsa dan Medika Loka, dr Harman Nasution.
Hasilnya, ada 75 orang terdiri dari donatur, kenalan, ataupun masyarakat awam yang mendaftarkan diri ikut serta dalam cek kesehatan lengkap tersebut. Diperkirakan, dana terkumpul hampir Rp70 juta dalam aksi sosial ini.
Sehingga, masyarakat yang terlibat dalam aksi bisa mengetahui riwayat kesehatannya, mulai dari tes fisik dokter, visus mata, tanda vital, urin dan darah secara lengkap, rontgen thorax dan berbagai macam cek kesehatan lengkap dalam satu paket. Tak hanya itu, keuntungan lain ada sekitar 400 anak penyandang cacat pun mendapatkan haknya di bidang kesehatan.
Ketua II Yayasan Sayap Ibu, Renowati Hardjosubroto, mengatakan sedikitnya ada 36 anak penyandang cacat fisik dan mental yang dirawat di Yayasan Sayap Ibu. Sementara ada sekitar 340 anak lain penderita penyakit serupa yang dirawat tersebar di seluruh Indonesia.
“Dari dana yang terkumpul akan digunakan untuk menunjang sarana prasarana di yayasan serta untuk perawatan kesehatan, baik yang di dalam maupun di luar panti,” tutur wanita yang akrab disapa Reno itu.
Terpenting dalam kegiatan yang menyambut hari jadi Yayasan Sayap Ibu ke 8 itu, bisa merangkul dan mempertemukan masyarakat dan donatur kepada puluhan anak-anak cacat di panti tersebut. Kasih sayang yang diberikan pun tak melulu soal materi, melainkan bentuk perhatian dan kasih sayang masyarakat.
Maka tak heran saat kegiatan kemarin, puluhan anak insabilitasi itu tampak ceria, bernyanyi, menari, bersama masyarakat yang hadir. “Kaget saya juga, mereka begitu semangat. Itulah mengapa kami mengadakan acara di dalam panti, semata-mata hanya untuk mempertemukan antar masyarakat dengan anak-anak,” ujar Reno.
Laila Nurtinawati (38), salah seorang peserta medical check up mengakui jika dia baru pertama kalinya ke yayasan tersebut. Kesan pertamanya pun langsung terharu. Dia melihat banyak sekali anak-anak terlantar yang dibesarkan dengan sehat dan bahagia di tempat tersebut.
“Mungkin kedepannya saya akan sering kesini,” katanya sembari melihat sekeliling. Tak hanya tamu dari dalam negeri Chaterine WNA asal Australia juga membawa serta kedua anak perempuannya untuk terlibat dalam aksi sosial tersebut.
“Saya sering kesini, terutama dalam setiap event yang diadakan. Tak lupa saya ajak serta kedua anak saya,” ucapnya dalam bahasa Inggris. Perayaan hari jadi yayasan pun sangat meriah dan syahdu, meski akhir pekan lalu sempat diguyur hujan. (pramita/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.