Gerah Bolak-balik Ganti Kontraktor

Pekerja Kontrak PLN Unjukrasa
SERANG,SNOL Setelah sehari sebelumnya ribuan buruh pabrik berunjukrasa menuntut penghapusan sistem outsourching dan kenaikan Upah Minimum Kabupaten, giliran ratusan pekerja kontrak perusahaan Listrik Negara berdemonstrasi, Jumat (1/10). Sebagian besar demonstran merupakan buruh Perusahaan Listrik Negara (PLN) Unit Pelayanan Jaringan (UPJ) Banten Utara.
Ketua Pengurus Unit Kerja (UPK), Tono Hartono mengatakan, ratusan karyawan meminta penghapusan sistem outsourching dari setiap UPJ PLN Banten Utara meliputi, UPJ Serang, Cilegon, Cikande dan Anyer. Jumlah pegawainya mencapai 900 orang. Mereka tercatat sebagai pekerja kontrak meski sudah bekerja 1 sampai 20 tahun.
“Kami termasuk karyawan borongan melalui perusahaan rekanan PLN Banten Utara yakni PT Haleyoa Powerindo sejak Bulan Juni lalu, meski sudah bekerja mulai dari 1 -20 tahun namun tetap karyawan kontrak. Untuk itu mendesak agar dihapus sistem outsourching,” katanya.
Tono menjelaskan, sebelum diambil PT Haleyoa Powerindo Juni lalu, rekanan PLN Banten Utara masih dikelola PT Mitra Insana Utama. Jika berganti rekanan PLN maka karyawannya juga harus memulai kontrak baru. Padahal sudah berulangkali pergantian rekanan terjadi sehingga karyawan – karyawan tersebut tidak pernah menjadi pegawai tetap PLN meski melaksanakan tugas seperti pelayanan teknik, pencatat meteran, administrasi, pelayanan prima dan operator gardu induk.
“Sistem seperti itu sangat merugikan kami para karyawan yang sudah bekerja mulai 1 sampai 20 tahun, yang tidak jelas nasibnya lantaran suatu saat bisa terjadi habis kontrak kerja,” terangnya. Aksi unjukrasa yang sempat menarik perhatian para pengguna jalan tersebut, dikawal petugas kepolisian dari Mapolres Serang. Perwakilan pengunjukrasa diterima Manajer Pentor PLN Banten, Tohir. Ia berjanji akan membantu sebagai penyambung lidah kepada manajer PT Haleyoa Powerindu sebagai rekanan PLN Banten Utara.
“Mereka itu bekerja di PT Haleyoa Powerindo sebagai karyawan outsourching. Jadi pihak PLN tidak akan ikut mencampuri internal PT HPI, yang sifatnya hanya menyambungkan aspirasi saja,” ujarnya. (arif/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.