Honorer Peserta Ujian CPNS Membludak

650 Ribu Pelamar Berebut 150 Ribu Kursi
JAKARTA,SNOL Badan Kepegawaian Negara (BKN) telah resmi menetapkan jumlah tenaga honorer kategori II (TH K-II) yang berhak mengikuti tes CPNS besok (3/11). Jumlahnya ternyata membludak dibandingkan rekapitulasi sebelumnya. BKN melansir data bahwa jumlah tenaga honorer yang bakal mengikuti ujian besok berjumlah 650 ribu orang lebih.
Dalam paparan-paparan sebelumnya, jumlah tenaga honorer kategori II yang masuk ke BKN hampir 600 ribu orang. “Waktu itu jumlah usulan TH K-II terus masuk ke BKN,” kata Kepala Bagian Humas BKN Tumpak Hutabarat kemarin (1/11). Dia menuturkan seluruh nama-nama tenaga honorer ini sudah dipampang resmi di website BKN sejak beberapa hari lalu.
Seluruh nama tenaga honorer ini terbagi dari instansi pusat danĀ  instansi daerah yang tergabung dalam 12 kantor regional (kanreg) BKN. Tumpak menjelaskan seluruh TH K-II itu bersaing bebas dalam seleksi ujian besok. Dia menuturkan seluruh ujian menggunakan sistem manual, yakni pengisian lembar jawaban komputer (LJK).
Tumpak belum bisa memastikan apakah seluruh TH K-II itu akan mengikuti ujian besok. Tetapi yang jelas, bertambahnya jumlah TH K-II itu membuat persaingan semakin sengit. Sebab pemerintah tetap menyediakan formasi hanya sekitar 150 ribu kursi saja, tidak ada penambahan dari skenario awal. Pihak BKN pusat mewanti-wanti supaya panitia memegang integritas saat pemberkasan LJK setelah ujian.
Meskipun jumlahnya membludak, Tumpak menuturkan ujian besok bakal berlangsung lancar. Sebab panitia sudah menyebar lokasi ujian berdasar beban peserta di masing-masing instansi. Selain diumumkan via website, Tumpak menuturkan seluruh TH K-II itu menerima undangan resmi untuk mengikuti ujian CPNS besok.
Sementara itu jumlah peserta ujian besok bakal didominasi dari kategori tenaga pendidik atau guru. Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Sulistyo menuturkan, pihaknya mendukung pelaksanaan tes CPNS ini. Sebab tujuannya untuk saringan berdasarkan kualitas.
Tetapi jika dilihat dari segi pemenuhan kekurangan guru, seleksi tenaga honorer itu perlu dikoreksi. Sulistyo menyebutkan saat ini masih banyak sekolah yang kekurangan guru negeri. “Jika menggunakan sistem ujian ini, apalagi formasinya kecil, kekurangan guru masih akan terjadi,” papar dia.
Sulistyo juga mengkritisi pelaksanaan ujian besok yang murni dari hasil tes. Dia menjelaskan, potensinya bakal banyak guru honorer senior yang mendapatkan nilai kecil. Sebab mereka sudah lupa tentang materi ujian yang bersifat umum. “Padahal mereka di lapangan jago mengajar,” kata dia. Untuk itu di waktu yang mepet ini, dia berharap seluruh guru honorer yang mendapatkan undangan ujian besok untuk mempersiapkan diri dengan maksimal. (wan/agm/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.