Demi CPNS, Usus Buntu Dilupakan

Di Lebak, Tes Molor Satu Jam
TANGERANG, SNOL  Tekad kuat dan semangat tinggi Darmawanti (48), seorang honorer K2 untuk menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) mengalahkan segalanya. Bahkan, meski baru dioperasi penyakit usu buntu empat hari lalu, wanita yang sehari-hari bertugas di Puskesmas Kecamatan Panimbang, Pandeglang, ini tetap mengikuti tes CPNS kategori 2, Minggu (3/11).
Mengenakan daster corak kembang berwarna coklat dan berselimut, Darmawanti mengerjakan lembar kerja soal (LKS) dengan serius di dalam mobil ambulan milik RSUD Pandeglang yang diparkir di halaman SMPN 3 Pandeglang. Sesekali ia merasakan nyeri di bagian perut dan pusing di kepalanya. Perawat yang mendampingi terus memeriksa tensi darahnya.
Ibu yang hampir setengah baya ini sudah mengabdi menjadi tenaga honorer di Puskesmas Panimbang sejak 2002 lalu. “Ya mau bagaimana lagi mas, ini kesempatan saya,” ujar Darmawanti sambil menahan sakit.
Pengawas dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pandeglang,  Trisnaningsih mengatakan, jumlah peserta tes di SMPN 3 Pandeglang sebanyak 297, termasuk Darmawanti. “Ditempatkan di 15 ruangan, dan 6 orang diantaranya tidak ikut tes tanpa keterangan yang jelas,” katanya.
Diketahui, peserta tes CPNS honorer Kategori 2 se-Pandeglang mencapai 3412 orang.
Seperti Darmawanti, Langgeng Wahyudi, seorang honorer Satpol PP Kota Tangerang juga harus mengerjakan soal-soal ujian di dalam ambulan yang terparkir di halaman SMPN 13. Dia terlihat serius mengerjakan soal-soal yang telah diberikan penguji meski dengan wajah pucat pasi. “Saya salut, mudah-mudahan dapat mengerjakan soal dengan baik,” kata Plt Sekda Kota Tangerang, Rakhmansyah, Minggu (3/11).
Rakhmansyah menambahkan, tes CPNS K2 di Kota Tangerang diikuti sebanyak 2.882 orang. Mereka terbagi dalam empat kelompok yaitu tenaga guru sebanyak 1.402 orang, tenaga kesehatan 30 orang, tenaga penyuluh sebanyak 1 orang dan tenaga tekhnis sebanyak 1.449 orang. “Kuota yang diberikan pemerintah pusat sebanyak 500 orang, saya harap seluruhnya bisa diisi dan para peserta bisa lulus tes dengan nilai yang memuaskan,” ujar Rakhmansyah.
Lain lagi dengan Suhanda, salah seorang honore K2 di Dinas Kebersihan dan Pemakaman (DKP) Kota Tangerang. Dia mengaku soal-soal yang diberikan cukup sulit. “Saya pusing juga, soalnya ada 180, udah banyak, susah lagi,” katanya.
Di Kota Tangerang Selatan (Tangsel), kuli bangunan yang tengah mengerjakan pembangunan di SMAN 2 Tangsel terpaksa menghentikan pekerjaannya. Ini karena tempat mereka bekerja tengah digunakan tes CPNS. “Enggak boleh kerja dulu sampai ujian CPNS selesai. Biasanya kita disuruh lembur untuk ngejar target,” ujar Suparman, salah seorang kuli bangunan.
Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Tangsel, Firdaus mengatakan, ada sekitar 1.659 honorer golongan 2 (K2) dan 5.388 pendaftar umum mengikuti tes CPNS tahun ini. Mereka dibagi menjadi 4 zona. “Antara lain zona 4 itu untuk lokasi tes para honorer K4. Kami mengambil lokasi di Pamulang, antara lain di SMPN 4, SMPN 17, dan SMAN 6,” ujarnya.
Kemudian untuk zona pendaftar umum dibagi dalam 3 wilayah. Antara lain di zona Serpong, meliputi SDN Pondok Jagung, SMPN 16, SMPN 15, dan SMA Pustek. Zona Ciputat meliputi SMAN 3, SMKN 1, SDN Ciater 3 dan 4, serta SMPN 11. Dan zona terakhir di Serpong, meliputi SMPN 8, SMPN 1, SDN Buaran 1 dan 2, SMPN 7, SMAN 2, dan SMAN 12.
 
Tes Molor 1 Jam
Di Lebak, pelaksanaan tes CPNS harus molor sekitar 1 jam. Tes yang seharusnya dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB baru digelar satu jam setelahnya, yakni sekitar pukul 09.15 WIB.
Sekda Lebak, Dede Jaelani mengatakan, pelaksanaan test CPNS kategori dua (K2) terlambat karena ada kekurangan lembar soal dari pusat. “Alasan keterlambatan itu saya tidak bisa memberi penjelasan apa-apa. Tapi kekurangan soal tersebut bisa di fotokopi sesuai dengan SOP dan disaksikan pihak BPKP, Ombusman, BKN, inspektorat, Polri dan BKD,” kata Dede.
Salah seorang peserta tes yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa dan kesal atas keterlambatan itu. Dia menduga soal tes akan bocor.
Kasus yang sama (kekurangan naskah, red) juga terjadi dalam tes CPNS Honorer K-2 Provinsi Banten. Naskah soal sebanyak 19 lembar di ruangan 9 kurang dan harus difotokopi. Kepala BKD Provinsi Banten, Anwar Masud, mengakui hal tersebut. “Secara umum pelaksanaan tes CPNS tidak ditemukan kejadian yang dapat menghambat proses. Hanya saja tadi (kemarin, red) terjadi kekurangan naskah soal sebanyak 19 lembar di ruangan 9. Semuanya dapat ditatasi dengan memfotokopi yang disaksikan oleh kepolisian,” ujarnya. (mardiana/kiki/pramita/ahmadi/deddy/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.