Demo Diam Buruh, Demi Pesangon Penuh

Di PT Sentraco Garmindo Pasar Kemis
PASAR KEMIS,SNOL Kekecewaan dirasakan ratusan buruh PT Sentraco Garmindo terhadap keputusan manajemen perusahaannya. Ada yang menunjukkan raut wajah marah, kecewa, dan ada juga yang tampak sedih saat mereka menggelar aksi demo diam di dalam pabriknya di kawasan Industri Pasar Kemis, Jalan Raya Jati Kecamatan Pasar Kemis, Sabtu (2/11).
Begitulah cara mereka melampiaskan kekecewaannya setelah manajemen perusahaan dituding telah mem-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) secara sepihak terhadap karyawannya dengan dalih perusahaan merugi selama tiga tahun terakhir.
Ironisnya lagi, buruh yang sudah bekerja selama belasan tahun pun hanya diberi pesangon tiga bulan gaji. Sungguh memprihatinkan. Tak terima dengan keputusan sepihak itu, ratusan buruh pun memilih untuk menggelar aksi demo. Uniknya, aksi mereka berbeda dengan aksi-aksi seperti ditunjukkan buruh lainnya. Buruh PT Sentraco Garmindo lebih memilih menggelar aksi demo dengan berdiam di dalam pabrik tanpa melakukan aktivitas pekerjaan rutin seperti hari-hari biasanya.
Tidak banyak tuntutan yang diminta para buruh. Mereka hanya menuntut perusahaan membayar pesangon secara penuh sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003. “Aksi yang kami lakukan ini karena keputusan PHK ini hanya sepihak. Perusahaan juga hanya memberikan pesangon tiga bulan gaji,” ucap Haer, koordinator aksi.
Hingga kemarin, sudah ada sekitar 520 orang buruh yang bekerja di pabrik pakaian hangat ini yang dipecat secara sepihak, tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada para buruh yang bersangkutan. Perusahaan berdalih, alasan pemecatan itu karena perusahaan telah merugi selama tiga tahun terakhir ini. Namun alasan itu dianggap oleh buruh hanya mengada-ada. ”Sampai sekarang perusahaan tak mampu menunjukan keterangan pailit,” tukasnya.
Sayangnya, saat aksi berlangsung hingga berita ini terbit belum ada satupun dari pihak perusahaan yang bisa dimintai tanggapannya. Bahkan saat wartawan menghubungi melalui telepon perusahaan di 021- 5900xxx, tidak ada satupun karyawan yang mengangkat telpon tersebut. (Jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.