Hakim Pertegas Jatah Luthfi Hasan

JAKARTA,SNOL Pertimbangan hukum yang disusun majelis hakim dalam surat putusan terdakwa Ahmad Fathanah mempertegas keterlibatan Luthfi Hasan Ishaaq.

Mantan Presiden PKS itu disebutkan bakal mendapatkan Rp 40 milliar jika meloloskan permohonan kuota sebanyak 8 ribu ton dari PT Indoguna Utama.

Uang Rp 40 milliar didapatkan dari kuota impor daging yang diajukan oleh PT Indoguna Utama melalui Direktur Utamanya, Maria Elizabeth Liman. Tiap kilo daging sapi akan diganti dengan uang sebesar Rp 5 ribu. Luthfi sendiri berinisiatif menambah jatah PT Indoguna menjadi 10 ribu ton. Artinya, dana yang bakal didapat Luthfi melonjak menjadi Rp 50 miliar.

“Setelah adanya janji pemberian Rp 5 ribu/kg untuk perolehan tambahan kuota 8 ribu ton hingga seluruhnya dijanjikan Rp 40 miliar, Luthfi mulai bergerak,” terang hakim anggota, Joko Subagyo dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (4/11) sore.

Joko juga menyebutkan, bahwa Luthfi sebagai pihak yang menjembatani pertemuan Medan. Dimana, pertemuan itu dihadiri oleh Maria dengan Mentan Suswono. Bahkan, Luthfi disebutkan rela menyediakan kamarnya untuk menjadikan ruang pertemuan.

“Luthfi juga mendatangkan Suswono ke tempat kamarnya menginap yaitu suite room Hotel Aryaduta Medan,” terang Joko

Majelis juga berkeyakinan fee Rp 40 milliar yang nantinya akan diberikan ke Luthfi tersebut lantaran dirinya diyakini bisa mempengaruhi Menteri Suswono untuk mendapatkan kuota 8 ribu ton.

“Karena Maria tahu Luthfi adalah Presiden PKS dan Mentan adalah kader PKS yang duduk di Dewan Syuro PKS,” jelas Joko.

“Apa yang dilakukan Luthfi sesungguhnya bukan urusan Luthfi yang juga menjabat anggota DPR. Terlebih lagi Luthfi hendak mengubah sebuah kebijakan instansi pemerintah,” sambung dia.(dem/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.