Benyamin: Ada Win-win Solution lah

Rapat Penentuan Nilai UMK Digelar
SETU,SNOL Sejumlah pegusaha di Kota Tangsel mengaku keberatan dengan nilai Kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang sudah ditetapkan yakni Rp 2.226.540.
Salahsatu pengusaha di Pamulang, Pipie Soeyoto mengatakan  selama ini buruh hanya menuntut haknya saja, tidak dibarengi dengan peningkatan kualitas kerja, sehingga tidak sebanding dengan hasilnya.
Meski Upah Minimum Kota (UMK) belum ditentukan namun melihat nilai KHL yang ada, maka nilai UMK bakal naik hingga 25 persen dari tahun lalu. “UMK/UMR tahun lalu, sudah sangat berat sekali, apalagi harus naik hingga Rp2,8 juta sesuai permintaan buruh,” ungkapnya, Kamis (7/11).
Jika nilai UMK Rp2,8 juta, maka pengusaha tidak akan bisa menutupi operasional dan harga barang baku. Jika hal tersebut terjadi, otomatis harga jual barang bakal naik. “Kenaikan harga barang pastinya akan dikeluhkan konsumen kita dan dengan daya beli konsumen tidak akan terjangkau kalau kita naikan harga sebesar 25 persen,” katanya.
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie meminta agar pengusaha dan buruh bisa menentukan nilai UMK agar keduanya saling diuntungkan. “Saya berharap ada jalan tengah untuk permasalahan ini. Jangan sampai ada yang dirugikan. Win-win solution lah,” ujarnya.
Menurutnya, penetapan nilai UMK masih dirapatkan oleh Dewan Pengupahan Kota (Depeko). Penetapan tersebut berjalan alot lantaran pengusaha dan buruh masih berbeda pandangan terkait nilai UMK disesuaikan dengan KHL. Buruh ingin KHL lebih tinggi, tetapi pengusaha ingin nilai KHL lebih rendah.
“Kan masih ada beberapa rapat Depeko lagi. Mudah-mudahan ada jalan keluarnya,” harapnya.
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinsosnakertrans Tangsel, Suyatman Ahmad menuturkan, pihaknya bakal menggelar rapat pleno Depeko pada Jumat (8/11) untuk menentukan nilai UMK. “Kita liat hasilnya pada rapat nanti, berapa yang akan ditetapkan untuk Kota Tangsel,” katanya.
Sebelumnya, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 1992 menolak hasil rapat pleno Dewan Pengupahan Kota (Depeko) soal penetapan KHL Kota Tangsel 2013. Dalam rapat pleno Depeko, nilai KHL Kota Tangsel 2013, yang akan menjadi penentu UMK 2014 sebesar Rp2.226.540. (irm/bnn/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.