Habis Ngamuk, Honorer Menginap

SERANG,SNOL Kesabaran ada batasnya. Setelah menunggu berpuluh-puluh tahun untuk diangkat menjadi pegawai negeri sipil, ratusan pegawai honorer K1 akhirnya tak sanggup lagi menahan kesabarannya.
Ratusan honorer kategori I (K1) Provinsi Banten yang tak lolos audit tujuan tertentu (ATT) kembali berdemonstrasi ke kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Banten, Kamis (7/11). Namun tidak ada pejabat BKD Banten yang menemui demonstran. Akhirnya mereka masuk ke dalam kantor dan mengecek ke ruangan Kepala BKD Provinsi, Anwar Masud.
Mendapati Anwar tidak ada di ruangannya, massa kemudian naik ke lantai II menuju ruangan Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Sumber Daya Aparatur, Herry Purnomo. Saat itulah sejumlah oknum honorer memecahkan pot bunga yang ada di tangga, merobek stiker, merusak tirai jendela serta papan nama jabatan.
Selain melakukan perusakan, sebagian dari honorer juga melakukan aksi penggalangan uang koin di tengah aksi. Uang yang terkumpul, rencananya akan digunakan untuk mengongkosi kepada Kepala BKD Anwar Masud agar memperjuangkan para honerer ke BKN.
“Kami kecewa dengan kinerja BKD Provinsi Banten. Kedatangan kami ke sini ingin menanyakan surat dari KenPAN-RB. Tetapi Kepala BKD sekarang tidak ada di kantor, alasannya sakit. Padahal tadi malam kami berkomunikasi dan dia menyatakan siap menerima kami,” kata Mansur, salah koordinator aksi yang juga Ketua Forum Honorer K1 yang tak lolos ATT.
Ia menjelaskan, aksi unjukrasa yang dilakukan karena adanya informasi  dari (KemenPAN-RB) mengenai adanya sanggahan atau klarifikasi bagi honorer K1 yang tak lolos ATT.  Menurutnya, saat berkunjung ke kantor BKN, Rabu, (6/11) lalu, perwakilan honorer K1 asal Banten mendapatkan informasi bahwa Pemprov Banten sama sekali belum menyampaikan klarifikasi atas tidak lolosnya 767 honorer K1. Tidak adanya klarifikasi, membuat KemenPAN-RB hanya meloloskan 10 honorer K1 jadi CPNS.
Lantaran merasa kecewa terhadap kinerja BKD Provinsi Banten, ratusan honorer menginap di depan kantor BKD Banten. Berdasarkan pantauan sekitar pukul 16.00 WIB, para honorer sudah mendirikan tenda bertuliskan Kementerian Sosial RI di depan Kantor BKD Banten.
“Aksi ini akan kami lakukan sampai BKD memenuhi tuntutan kami untuk member penjelasan soal surat dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Nomor R/466/S-PAN-RB/10/2013,” kata Mansur seraya menegaskan, para honorer akan terus menginap di kantor BKD sampai tuntutannya dipenuhi.
Sementara, Kepala Bidang Pengembangan dan SDA pada BKD Provinsi Banten, Herry Purnomo mengaku tidak mengetahui adanya surat yang diminta KemenPAN-RB terkait sanggahan untuk 767 honorer K1 yang tak lolos ATT.  Herry juga menunjukkan surat dari KemenPAN-RB yang isinya bukan ditujukan kepada BKD, melainkan BKN.
Diberitakan sebelumnya, KemanPAN-RB mencoret 767 honorer K1 Provinsi Banten yang telah menjalani Audit Tujuan Tertentu (ATT) oleh tim gabungan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Sesuai dengan surat Nomor K.26-30/V.155-8/90 tertanggal 26 September, tentang Hasil ATT Tenaga Honorer (TH) K1 menyebutkan, dari 789 honorer K1 Provinsi Banten, hanya 10 orang yang lolos atau Memenuhi Kriteria (MK) menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS). Sementara sisanya dinyatakan Tidak Memenuhi Kriteria (TMK), meninggal dunia dan mengundurkan diri. (mg11/rus/enk/gatot/bnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.