Banjir Mengancam 10 Kecamatan

Pekerjaan Normalisasi Sungai Lambat
SERANG,SNOL Ditengah ancaman bencana banjir pada musim penghujan ini, normalisasi sungai Ciliman di Kabupaten Pandeglang belum selesai. Padahal, akibat sungai Ciliman meluap tanggal 9 Januari 2013 lalu dengan ketinggian 2 meter, sebanyak 19.900 jiwa di 10 Kecamatan menjadi korban banjir.
Kecamatan tersebut meliputi Labuan, Pagelaran, Panimbang, Sindangresmi, Sukaresmi, Munjul, Picung, Patia, Cisata, dan Saketi. Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Miptahudin mengatakan, masyarakat akan kembali menjadi korban banjir pada musim penghujan ini.
“Gimana tidak akan menjadi korban banjir, hingga saat ini normalisasi sungai yang dilakukan Pemprov Banten melalui pihak kontraktor tidak selesai,” kata Miptah di DPRD Banten di KP3B, Curug Kota Serang, Kamis (14/11).
Apalagi, lanjut pekerjaan normalisasi sungai menggunakan sistem tahun jamak atau multiyears sampai dengan tahun 2015 mendatang. “Pekerjaan normalisasi sungai tidak hanya dilakukan di sungai Ciliman, juga di sungai  Cilemer dan Cisata di Kabupaten Pandeglang. Jadi pekerjaannya tidak mungkin bisa selesai akhir tahun ini ,” ujarnya.
Menurut Miptah, untuk melakukan penanggulangan bencana banjir tersebut, pihaknya sudah mengusulkan pembuatan embung kolam penampungan air di lahan masyarakat di sekitar sungai tersebut. Namun, karena ada pekerjaan normalisasi, rencana pembuatan embung kolam itu tidak disetujui Pemprov Banten.
“Kami juga tidak tahu harus bagaimana menyelamatkan masyarakat yang setiap musim hujan menjadi korban banjir. Mungkin yang bisa dilakukan saat ini, mempercepat pekerjaan normalisasi sungai,” terangnya.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Banten, Ridwansyah menambahkan, alokasi anggaran normalisasi sungai pada tahun anggaran 2013 ini tidak kurang dari Rp 18 miliar. Sedangkan dari APBN 2013 untuk normalisasi sungai Ciliman Rp 34 miliar.
“Pada tahun anggaran 2014 nanti, Pemprov Banten sudah mengusulkan anggaran normalisasi sungai Rp 20,83 miliar. Kami minta kepada Pemprov untuk segera menuntaskan normalisasi sungai,” pintanya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Pemukiman (DSDAP) Provinsi Banten, Iing Suwargi belum dapat memberikan keterangan. Namun, sebelumnya ia mengaku sudah berupaya menyelesaikan pekerjaan normalisasi sungai tersebut. (mg11/mardiana/eman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.