Tanggul tak Mampu Atasi Banjir

TIGARAKSA,SNOL Penanganan banjir musiman di Perumahan Mustika Tigaraksa, Desa Pasir Nangka Kecamatan Tigaraksa, tidak bisa parsial. Proyek normalisasi dan pembuatan tanggul kali saluran pembuang Ciranjieun di kawasan tersebut juga dianggap belum optimal.
“Pembuatan tanggul kali saluran pembuang Ciranjieun dengan anggaran Rp2.968.990.000 itu belum optimal, karena setelah dibangun ternyata banjir masih terjadi di sana. Informasi warga, banjir tidak hanya dari luapan dari tanggul tetapi juga ada yang dari sawah,” ungkap Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar.
Jika dilakukan secara parsial, maka penyelesaian masalah banjir tidak akan tuntas. Sehingga dibutuhkan grand disaign atau program yang besar. Program tersebut akan menghabiskan anggaran cukup besar. Hal itu harus dimaklumi masyarakat demi perbaikan dan pelayanan publik.
Meski pembangunan turab dan normalisasi belum tuntas, tapi ini masih parsial. Saat ini yang terpenting bukan penanganan saat banjir, melainkan bagaimana meminimalisir banjir. Ini menjadi tugas bersama, pemerintah juga akan menciptakan grand desain di tahun anggaran 2014,” paparnya.
Ditanya soal gagasan apa yang direalisasikan dalam penanganan banjir di lokasi tersebut, Zaki mengungkapkan, salahsatu diantaranya pembuatan embung atau waduk. ”Masih dipikirkan apa yang dibutuhkan, salahsatunya embung atau waduk di sekitar turab, sesudah atau sebelumnya,” tegas Zaki.
Camat Tigaraksa, Mas Yoyon menambahkan, gagasan dari masyarakat untuk meminimalisir banjir di Mustika akan diusulkan di 2014. ”Terlebih bupati sudah melihat langsung kondisi turab, pasca terkena banjir. Mudah-mudahan ada program pembangunan yang bisa meminimalisir banjir, kasihan warga perumahan selalu terkena banjir. Saya juga sudah menghimbau agar masyarakat siaga banjir, sebab puncaknya di Bulan Januari dan Februari 2014,” pungkasnya. (aditya/jarkasih)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.