PR-mu Seabrek Pak Wali

MK Perkuat Kemenangan Arief-Sachrudin
TANGERANG, SNOL Seabrek peker­jaan rumah (PR) menanti pasangan Arief Wismansyah-Sachrudin, waliko­ta dan wakil walikota Tangerang ter­pilih. Dari mulai masalah banjir yang belum tertangani, masalah pendidikan yang indeks pembangunan manusia (IPM) masih rendah, kemacetan, utang program Multiguna Rp 89 miliar, pem­bangunan RSUD, hingga masalah pengentasan kemiskinan.
Pasangan Arief Wismansyah-Sachrudin sendiri diputus memenangi pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwakot) Tangerang dalam sidang pembacaan putusan Perkara Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilkada Kota Tangerang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Selasa (19/11).
“Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Banten un­tuk menetapkan pasangan calon Arief dan Sachrudin sebagai pasangan calon terpilih walikota dan wakil wa­likota Tangerang dalam Pilkada Kota Tangerang tahun 2013,” kata Ketua Majelis Hakim, Hamdan Zoelva dalam pembacaan amar putusan Nomor 115/ PHPU.D-XI/2013.
MK juga menyatakan membatal­kan keputusan KPU Provinsi Ban­ten tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada Kota Tangerang pada 6 September 2013. Berdasarkan amar putusan ditetapkan bahwa pasangan Arief dan Sachrudin memperoleh jumlah suara 340.810 jauh di atas tiga pasangan calon lainnya yaitu, pasangan nomor urut 1 Harry Mulya Zein-Iskandar dengan jumlah 45.627 suara, pasangan nomor 3 Tubagus Suwandi Gumelar-Suratno Abubakar sebanyak 121.375 suara, dan disusul oleh pasan­gan nomor urut 2 Abdul Syu­kur-Hilmi Fuad dengan total 187.003 suara.
“Memerintahkan KPU Provinsi Banten untuk menetap­kan hasil penghitungan perole­han suara dari masing-masing pasangan calon sesuai dengan putusan di atas,” ujar Hamdan.
Sementara itu, untuk pasan­gan calon nomor urut 4, Ahmad Marju Kodri dan Gatot Su­prijanto didiskualifikasi oleh MK karena tidak memenuhi syarat maju sebagai pasangan calon kepala dan wakil kepala daerah Kota Tangerang 2013. Hal itu dikarenakan adanya dukungan ganda dari Partai Hati Nurani (Hanura) kepada pasangan calon nomor urut 4 tersebut.
Selain itu, pasangan Ah­mad Marju Kodri-Gatot Su­prijanto tidak memiliki hasil pemeriksaan kesehatan dari dokter yang menjadi syarat maju sebagai pasangan calon kepala daerah. “Maka hasil pemeriksaan kesehatan a quo tidak perlu dinilai dan tidak dipertimbangkan lebih lan­jut,” ucap Hamdan.
MK juga menyatakan tidak perlu melakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam Pilkada Kota Tangerang kar­ena tidak menemukan cukup bukti pelanggaran yang sig­nifikan. “PSU selalu disertai dengan pertimbangan bahwa PSU tersebut dapat berpen­garuh secara ssignifikan ter­hadap perubahan peringkat perolehan suara para calon,” imbuh Hamdan.
Usai pembacaan vonis Pilkada Kota Tangerang di MK, kediaman Arief Wisman­syah di Jalan Sinar Hati, Ke­lurahan Sukajadi, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang tampak dibanjiri sejumlah warga. Tak terkecuali den­gan para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkot Tangerang. Mereka datang untuk memberikan ucapan se­lamat kepada pemimpin Kota Tangerang untuk lima tahun mendatang.
Dalam kesempatan itu, Arief mengaku sudah me­nyiapkan sejumlah program kerja setelah resmi dilantik menjadi orang nomor satu di Kota Akhlakul Karimah. “Kami memang sudah memi­liki beberapa program jang­ka panjang, menengah dan pendek. Dan salah satu yang akan menjadi konsen kita adalah banjir dan pendidikan. Terlebih saat ini kami juga akan menerapkan program beasiswa yang berprestasi,” ujarnya. (kiki/dod/deddy/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.