Penerus Rau Mengarah ke Tatu

TANGERANG, SNOL Pasca wafatnya Hikmat Tomet, posisi Ketua DPD I Par­tai Golkar Provinsi Banten masih kosong hingga saat ini. Meski demikian, Golkar Banten yang secara sosio-historis dikuat­kan dengan trah keluarga Rau, kemung­kinan masih akan mendapatkan tempat.
Pengamat Politik dari UIN Syarif Hi­dayatullah Ciputat, Djaka Badrayana, menganggap bahwa setelah Hikmat Tom­et tiada, ada sosok kuat di keluarga Rau yang bisa menggantikan pucuk pimpinan Golkar dari keluarga yang sama. Yakni Tb Chaeri Wardana (Wawan) dan Wakil Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah.
“Dua orang ini (Wawan dan Tatu) masih merupakan yang terkuat di trah Rau untuk untuk meneruskan estafet kekuasaan Golkar di Banten. Hanya saja, untuk mengusung nama Wawan tidak mungkin dilakukan, dan kini hanya ter­sisa nama Tatu sebagai kandidat terkuat dari keluarga ini,” jelas Djaka, saat di­hubungi Satelit News, semalam.
Djaka berpendapat, dengan adanya kasus yang membelit keluarga Rau, saat ini terjadi ketidaksolidan di keluarga itu. Hanya saja, posisi mereka secara poli­tik masih sangat kuat, lantaran secara historis dan sosial, keluarga ini mem­bangun politik yang sangat mengakar di masyarakat Banten.
“Saya melihat dari konteks politik, adanya kasus Wawan, dan meninggalnya Hikmat Tomet, suka tidak suka, bisa dikatakan keluarga ini sedikit tidak solid. Makanya, mereka butuh sosok yang juga berasal dari keluarga itu untuk men­jadi pemimpin Golkar, agar dapat lagi menjaga soliditas tersebut,” imbuhnya.
Karena ingin mengamank­an kepemimpinan Golkar di Banten yang juga menjadi kendaraan politik keluarga Rau selama ini, maka sosok Tatu yang kini menjabat se­bagai Wakil Bupati Serang dan juga pengurus penting di DPD Golkar Banten, menjadi satu-satunya sosok kuat yang sangat mungkin mengganti­kan posisi Himat.
“Keberadaan Tatu Chasa­nah di Golkar Banten, apalagi jadi pimpinan setelah Hikmat bukan hanya diharapkan oleh keluarga Rau, juga diharapkan oleh petinggi Golkar di Pusat yang selama ini mengang­gap keluarga ini sangat besar kekuatannya untuk mendulang suara Golkar,” tandasnya.
Lepas dari kekuatan Tatu di Golkar Banten saat ini, adan­ya kasus Wawan dan juga meninggalnya Hikmat Tomet juga membuat munculnya faksi lain di Golkar yang siap menyalip keluarga ini. Salah satunya Faksi Tangerang dan Faksi Serang-Cilegon.
“Kekuatan Tatu ini bukan tanpa saingan. Sebab, kasus ke­luarga Rau juga mengundang faksi lain yang besar di tubuh Golkar Banten, salah satunya Faksi Tangerang. Jadi, meski keluarga ini sangat kuat dan su­dah identik di Golkar Banten, ada juga faksi lain yang sedang meliriknya,” kata Djaka.
Keinginan faksi lain ini san­gat jelas motifasinya. Sebab, Golkar merupakan kekuatan politik yang masih sangat besar di Banten hingga saat ini. “Siapapun yang meme­gang pimpinan Golkar sangat berkepentingan dengan kekua­tan Golkar dan merumuskan kekuatan baru, setelah gon­cangnya keluarga Rau,” sing­kat pria berkacamatan ini.
Tunggu Arahan DPP
Ketua Harian DPD Par­tai Golkar Banten Ratu Tatu Chasanah mengaku masih menunggu arahan DPP Par­tai Golkar terkait pengganti Hikmat Tomet sebagai Ketua DPD Golkar Banten. “Soal Ketua DPD I PG Banten kami seluruh jajaran pengurus kad­er menunggu arahan dari DPP. Apapun yang diputuskan oleh DPP kami jajaran pengurus wajib menjalankannya,” ujar Tatu melalu pesan singkatnya, Rabu (20/11).
Wakil Bupati Serang ini mengatakan, siapapun yang akan ditugaskan harus siap melaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. “Selaku kader partai siapapun yang ditugaskan harus siap men­jalankan amanah partai,” ka­tanya. (arief/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.