Tidur Dalam Gelap Bisa Turunkan Berat Badan

SNOL. Saat tidur dengan lampu kamar yang dimatikan, tubuh memproduksi hormon melatonin yang ternyata dapat membakar kalori salama tidur. Penemuan ini diungkapkan oleh sebuah penelitian terhadap hewan tikus, yang dipublikasikan oleh Journal of Pineal Research. Dalam penelitian tersebut, peneliti dari Spanyol dan Amerika memelihara 16 ekor tikus dengan perlakuan yang sama. Yang dibedakan adalah beberapa ekor tikus tersebut diberi minum cairan yang mengandung melatonin, sementara tikus lainnya meminum air biasa.
Di akhir penelitian, peneliti mengukur kadar sel lemak putih dan sel lemak cokelat dalam tubuh tikus-tikus tersebut. Menurut para peneliti, sel lemak putih mengandung kalori dan cenderung menambah berat badan, dan sel lemak cokelat justru mampu membakar kalori dan dapat menurunkan berat badan.
Uniknya, tikus-tikus yang meminum cairan melatonin memiliki lebih banyak sel lemak cokelat. Russel Reiter, Ph.D, salah seorang peneliti sekaligus profesor di University of Texas Department of Cellular and Structural Biology, menyatakan bahwa melatonin dapat menstimulasi sel lemak cokelat, bahkan mampu mengubah sel lemak putih menjadi cokelat.
“Sementara peneliti lain menyarankan olahraga atau suhu dingin untuk membakar kalori, usaha anda mungkin bisa lebih mudah dengan mengikutsertakan hormon melatonin. Jelas lebih mudah sebab anda tidak perlu bergerak terlalu banyak ataupun kedinginan. Selain itu, melatonin juga lebih aman bagi kesehatan daripada obat-obat diet. Melatonin selain membakar kalori, juga merangsang rasa kantuk untuk tidur,” kata Reiter, seperti dilansir laman Women’s Health Mag, Rabu (20/11).
Menurut Reiter, apabila reaksi ini juga terjadi pada tubuh manusia, maka hormon melatonin dapat menjadi salah satu kunci untuk menurunkan berat badan.
Maka dari itu ada baiknya bagi anda untuk mematikan semua lampu saat tidur. Namun apabila anda ingin memperbanyak produksi hormon melatonin dengan meminum suplemen, pastikan anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter. (fny/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.