Diperiksa KPK, Sutan Bantah Minta Uang Lebaran

JAKARTA,SNOL Ketua Komisi VIII DPR Sutan Bhatoegana menjalani pemeriksaan sekitar 6,5 jam di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (27/22). Ia dicecar perihal kinerja komisinya dalam mengawasi mitra kerjanya.
“Saya ditanya tentang kinerja Komisi VII dalam mengawasi mitranya SKK Migas. Sekitar itu aja,” kata Sutan usai menjalani pemeriksaan di KPK.
Selebihnya, Sutan lebih banyak membantah tentang dugaan dirinya meminta tunjangan hari raya (THR) kepada Rudi Rubiandini. Permintaan THR ini diketahui dari dokumen yang diduga berita acara pemeriksaan milik Rudi.
“Oh enggak ada. Saya bilang tidak ada itu,” katanya.
Dalam BAP yang beredar di kalangan wartawan itu disebutkan, pada awal bulan puasa 2013, Sutan pernah meminta THR ke Rudi yang kala itu masih Ketua SKK Migas. Uang itu disebut untuk THR bagi Komisi VII.
Selain itu, ada beberapa kali pertemuan antara Rudi dengan Sutan. Lokasi pertemuannya antara lain di tempat-tempat makan yang ada di Pacific Place, Bellagio, atau Plaza Senayan. Selain itu mereka juga bertemu di Darmawangsa pada hari Minggu bulan Juli 2013 di bulan puasa.
Sutan menjalani pemeriksaan sebagai saksi perkara dugaan suap di lingkungan SKK Migas dengan tersangka Rudi Rubiandini.
Sutan membantah dirinya terlibat dalam kasus SKK Migas. Termasuk, soal dugaan penerimaan uang THR Rp 2 milliar dari Rudi Rubiandini.
Sutan menerangkan bahwa dirinya tak pernah bertemu dengan Rudi Rubiandini di Bogor. Dia juga membantah bahwa pernah melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Johannes Widjanarko yang kini menjabat Ketua SKK Migas.
Politisi yang akrab dengan kalimat “masuk barang itu” juga menjelaskan bahwa komisi yang dipimpinnya saat ini tak pernah melakukan pengawasan maupun intervensi terhadap SKK Migas dalam melakukan tender. Pihaknya, menurut dia, memberikan kuasa penuh kepada SKK Migas dalam pelaksanaan tender.
“Lah itu kan daftar sah di SKK Migas. Tidak ada rekomendasi (DPR RI) itu,” demikian Sutan.(gil/sam/rmol/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.