Terrano Diberondong Peluru

Diduga Perang Geng Narkoba, Dua Orang Tertembak
SERPONG,SNOL Ibarat film action. Sebuah mobil Nissan Terrano B 7919 NI diberondong peluru oleh empat orang tak dikenal saat melintas di Jalan Pondok Raya RT 001/05, Pon­dok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (27/11) malam. Dua orang pengendara mobil terkapar bersimbah darah, dan pelaku berhasil menggasak uang Rp 20 juta dari da­lam mobil.
Polisi hingga kini masih mengusut kasus itu apakah murni perampokan atau persaingan antar kelompok ban­dar narkoba. Ini karena polisi menemukan sendok, plastik yang diduga bekas sabu, ser­pihan serbuk putih, dan sebuah bong dari dalam mobil korban. Salah satu korban juga dinya­takan positif menggunakan zat terlarang jenis ganja dan metamfetamin usai dites urine.
Peristiwa mencekam ini be­rawal saat kedua korban Robby Angkasa Mudra (35) dan Amri Zulkarnaen (41), pulang dari daerah Permata Hijau Jakarta Selatan usai mengambil uang Rp 20 juta dari bosnya. Keduanya mengen­dari mobil Nissan Terano berplat polisi B 7919 NI.
“Kedua korban ini habis ber­temu bosnya untuk mengambil uang Rp 20 juta untuk modal usaha tambang pasir di Rumpin, Kabupaten Bogor,” kata Kasat Reskrim Polres Tangerang, Kom­pol Siswoyono, di Polsek Serpong Kota Tangsel, Kamis (28/11).
Namun, saat pulang menuju Rumpin, mobil korban tiba-tiba dipepet empat orang tak dikenal yang mengendarai motor matic, di daerah Pondok Betung, Kecama­tan Pondok Aren. Di situ, mobil korban mulai ditembaki. Awalnya, pelaku mengincar ban mobil un­tuk menghentikan mobil tersebut, namun meleset. “Selongsong pe­luru kami temukan di lokasi Pon­dok Betung,” kata Siswoyono.
Mengetahui ada yang menem­baki, kedua korban lalu tancap gas dengan kecepatan tinggi menuju Jalan Jombang Raya, Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Ser­pong. Namun pelaku rupanya terus mengejar dan memepet di sisi kiri dan kanan mobil. Tembakan pun kembali diletuskan pelaku. “Dor.. Dor.. Dor!!” Para pelaku berusaha melumpuhkan Bobby dan Amri yang terus mencoba melarikan diri.
Dan di kawasan Lengkong Gudang Timur itu, mobil kemu­dian terhenti setelah dua korban terkena tembakan pelaku. “Bobby terkena tembak di lengan kanan, kemudian Amri di pung­gungnya,” kata Siswoyono.
Tak tanggung-tanggung, ada sembilan selongsong peluru yang mengenai mobil dan menembus ke tubuh korban. Lima selong­song peluru tembus dan me­mecahkan kaca samping sebelah kanan, persis di bangku penge­mudi. Kemudian tiga selongsong peluru lainnya menembus dan memecahkan kaca sebelah kiri, bagian depan dan belakang.
“Proyektor peluru yang kami temukan ada empat. Satu di Pon­dok Aren, satu lagi ada di dalam mobil. Kemudian satu lagi kami ambil dari pinggang korban, dan terakhir belum kita ambil. Kare­na masih bersarang di punggung korban,” papar Siswoyono.
Melihat korbannya bersimbah darah, keempat perampok lang­sung mengambil barang incaran­nya. Yakni satu tas besar berisi uang tunai Rp 20 juta serta satu unit laptop. Kesuluruhan barang tersebut diletakkan di jok tengah mobil. “Setelah seluruh harta benda korban digasak, keduanya masih bisa menyelamatkan diri dan meminta tolong warga untuk membawanya ke rumah sakit ter­dekat,” katanya. Akhirnya warga membawa kedua korban ke RS Eka Hospital untuk mendapat pertolongan pertama.
Kepala Divisi Hubungan Insti­tusi Coorporate RS Eka Hospital, Fariady, membenarkan pihaknya menerima dua korban penemba­kan untuk mendapat pertolongan pertama di UGD. “Keduanya diantar warga. Keadaannya su­dah bersimbah darah, satu orang korban di bagian lengan atas, dan satu korban lagi di bagian pung­gung dan pinggang,” ungkapnya.
Dan pada Kamis (28/11) siang, Amri langsung dipindahkan ke Rumah Sakit Kramat Jati. “Itu permintaan kepolisian, katanya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
Akhirnya, Amri yang mem­punyai luka lebih parah harus terbaring dan dimasukkan ke dalam ambulans. Sementara Bobby yang hanya mengalami luka tembak di lengan, dibawa ke Polsek Serpong untuk meng­geledah mobilnya, yang sudah diamankan di Polsek sejak Rabu (27/11) malam.
Positif Gunakan Narkoba
Setelah melakukan pengece­kan kesehatan dan penanganan medis di RS Eka Hospital, Amri Zulkarnaen salah satu korban penembakan positif mengkon­sumsi narkoba. Hal ini setelah korban dites urine. “Jenis metamfetamin dan ganja,” ujar Kompol Siswoyono.
Kemudian, saat petugas meng­geledah mobil Terrano warna silver tersebut, petugas juga me­nemukan sendok dan bungkusan mirip dengan alat penghisap sabu. “Iya kami menemukan. Mirip memang, tapi masih kami periksa lebih lanjut,” pungkasnya.
Bisnis Narkoba
Dari Jakarta, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan pihaknya masih mendalami motif penem­bakan mobil Nissan Terano B 7919 NI di Pondok Aren, Tang­sel dan Serpong. Selain menda­lami motif perampokan, dugaan adanya persaingan narkoba da­lam aksi tersebut juga didalami aparat kepolisian.
“Apakah ada persaingan narkoba atau perampokan, ini masih didalami oleh petugas,” kata Kombes Pol Rikwanto ke­pada wartawan di Mapolda Met­ro Jaya, Jakarta, Kamis (28/11). Polisi juga tengah mendalami soal asal-usul uang Rp 20 juta di mobil korban yang ditembaki pelaku di 2 lokasi tersebut.
Polisi juga mencurigai keduanya yang tidak langsung melapor ke polisi, ketika mobilnya ditem­baki untuk pertama kalinya di Jalan Pondok Betung. Di lokasi ini, kedua korban tidak mengala­mi luka tembak. “Kalau tidak ada apa-apa, kenapa begitu ditembak mereka tidak langsung melapor ke polisi,” imbuh Rikwanto. (pramita/aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.