30 Kios Pasar Cikupa Terbakar

Kerugian Capai Miliaran
CIKUPA, SNOL Kepanikan melanda seisi Pasar Desa Cikupa, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/1) siang. Itu setelah kobaran api tiba-tiba mun­cul dari sebuah kios di pasar terse­but. Ratusan pedagang dan pembeli yang tengah bertransaksi pun ber­hamburan keluar menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.
Kebakaran yang terjadi sekitar pu­kul 12.00 WIB itu diduga dipicu oleh korsleting listrik arus pendek di lantai tiga, tepatnya di gudang penyimpanan baju. Kobaran api bahkan kian tak terkendali lantaran banyaknya barang yang mudah terbakar serta kencang­nya angin di lokasi.
Pantauan Satelit News di lokasi, beberapa pemilik toko me­nyelamatkan barang berharga mereka. Seperti yang dilaku­kan penjual emas, baju, per­lengkapan rumah tangga, toko kelontong hingga toko sepatu. Kepanikan luar biasa terjadi hingga beberapa pen­jual wanita menangis sambil mengangkut barang. Beber­apa diantaranya hanya bisa meratapi api menghanguskan barang dagangan mereka.
Pedagang dan pengelola pasar langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran Kabupaten Tangerang. Aparat kepolisian Sektor Cikupa juga langsung menutup akses Jalan Raya Serang arah Ci­kupa menuju Tigaraksa dan Balaraja. Tak ayal, lalu lintas kian padat dari arah Balaraja menuju Bitung hingga sekitar 2 kilometer.
Kepadatan ini terjadi akibat penumpukan kendaraan, serta jalan yang terhalang peda­gang dan warga yang melihat kejadian tersebut. Selain itu juga lalu lalang para peda­gang yang mengevakuasi ba­rang dagangan mereka dari dalam gedung. Sementara di luar gedung beberapa peda­gang sayuran tetap menjaja­kan dagangannya. Api bisa dikuasai oleh tim pemadam hingga sore hari.
”Dugaan sementara api berasal dari korsleting lis­trik arus pendek di gudang penyimpanan baju milik pedagang di lantai tiga. Ke­mudian membesar hingga ke lantai dua,” kata Camat Ci­kupa Hendar Herawan yang langsung memantau aktifitas pemadaman api di pasar.
Kepala Pasar Desa Cikupa, Dudin Sasmita menambahkan, akibat peristiwa kebakaran ini sekitar 30 kios yang menjual baju, peralatan rumah tangga, kelontong, sepatu, toko emas dan lainnya hangus terbakar. ”Beberapa ada yang hangus, ada yang hampir hangus. Tidak ada korban jiwa, yang ada han­ya kerugian materi,” katanya.
Salah satu pedagang Muryanto mengaku tiga kios pakaian miliknya ludes terbakar.”Saya taunya api su­dah besar, dan tidak sempat menyelamatkan barang-ba­rang. Saya menjual pakaian, mana kemarin baru belanja. Kerugian ya miliaran mas. Saya hanya pasrah,” katanya.
Pedagang lainnya Hj Eha sesekali meneteskan air mata setelah melihat kios bajunya hangus dilalap api. ”Ya Allah, mana baru habis belanja Senin dan Selasa kemarin. Semuan­ya terbakar,” katanya lirih.
Danton Pleton C Dinas Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kabupaten Tangerang, Nursin mengata­kan, dugaan sementara api be­rasal dari korsleting listrik di lantai tiga. Karena banyaknya bahan yang mudah terbakar, pihaknya mengerahkan 8 unit mobil pemadam dan tangki air. ”Awalnya kami agak ke­sulitan memadamkan api kar­ena di pasar tidak ada hydrant dan agak macet. Tapi kami terbantu dengan adanya sum­ber air yakni danau di depan kantor kecamatan,” ucapnya.
Besarnya api, kata Nurs­in, membuat tim pemadam melakukan formasi 4 pen­juru. Yakni memadamkan api dari empat titik sesuai den­gan standar operasi prosedur. ”Alhamdulillah api bisa dik­endalikan. Sementara untuk pengamanan lokasi kami di bantu aparat kepolisian set­empat, serta untuk menganti­sipasi adanya aksi penjarahan dan lainnya,” tegasnya.
Kapolsek Cikupa Kompol Bresman Daniel Simanjun­tak masih menyelidiki guna memastikan apakah ada un­sur kesengajaan atau tidak. ”Masih dalam pemeriksaan,” pungkasnya. (aditya/deddy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.