DPR Desak Bencana Sinabung jadi Bencana Nasional

JAKARTA,SNOL Kalangan politisi di Senayan mendesak pemerintah segera menetapkan  status bencana Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sebagai bencana alam nasional.
Alasannya, Sinabung yang sudah ratusan tahun tidak aktif kini kembali beraksi itu, letusan dan erupsinya diperkirakan akan berlangsung lama hingga beberapa waktu kedepan.  Bahkan secara tipe dan karakteristik, letusan ini  mirip dengan letusan Gunung Merapi.
Anggota DPR Edy Ramly Sitanggang, mengatakan, Dengan adanya perubahan status tersebut, otomatis perhatian pemerintah hingga pihak swasta akan lebih banyak lagi dan intensif kepada pengungsi.
“Status ini tentunya akan mendorong pihak-pihak  terkait untuk berupaya maksimal. Masyarakat sekitar pun jadi lebih peduli dengan kondisi mereka, yang diharapkan akan menstimuli munculnya gerakan bantuan spontanitas dari kalangan masyarakat,” ujar Edy dalam keterangan persnya, kemarin.
Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, miripnya letusan Gunung Sinabung dengan Merapi bisa dilihat dari gulungan awan panas yang mirip dengan wedus gembel.
Juga adanya ledakan gas dan bebatuan serta magma cair. Lalu setelah meledak dan ada suplai magma maka kubah terbentuk kembali dan meledak lagi, begitu seterusnya. Apalagi tipe Sinabung ini justru berada di kerak kontinen yang tebal, membuat Sinabung ‘batuk’ berkepanjangan.
“Dengan kondisi dan karakter letusan sudah bisa diprediksi bahwa letusan ini tidak kalah hebatnya dengan Merapi. Kita belum lupa seberapa besar kerugian baik secara material dan imaterial yang diderita korban Merapi,” kata anggota Komisi III DPR itu.
Terpisah, Ketua Komisi VIII DPR RI Fraksi Demokrat, Gondo Radityo Gambiro, mengingatkan kepada Pemkab Karo untuk tetap siaga dalam penanggulangan pengungsian. Meski belum ditetapkan statusnya sebagai bencana nasional, para korban bencana alam ini harus tetap mendapatkan perhatian yang sama dan tidak dibedakan.
“Jangan sampai ada diskriminasi penanggulangan bencana atas pengungsi Gunung Sinabung ini. Meskipun bukan atau belum ditetapkan sebagai bencana alam nasional, jangan sampai pengungsi merasa terbengkalai,” ujar Gondo.
Dia juga mengingatkan, bantuan ke para pengungsi tidak boleh hanya sebatas makanan dan pakaian. “Kita harus memikirkan dampak psikologis dan traumatik, kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan para korban setelah bencana berakhir,” katanya. (sam/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.