Ini Bahaya Berjalan Kaki Saat Kantuk

SNOL. Tidur adalah harga mati bagi orang yang kurang istirahat. Rasa kantuk tidak hanya membahayakan saat berkendara, bahkan saat jalan kaki pun seseorang bisa celaka bila kurang tidur. Sebuah penelitian di AS telah membuktikannya.
Penelitian yang melibatkan 55 remaja usia 14 tahun hingga 15 tahun tersebut mengukur kemampuan untuk menyeberang jalan dengan teknologi virtual reality. Eksperimen tersebut dilakukan di laboratodium Youth Safety milik University of Alabama di Birmingham.
Hasilnya, remaja yang cuma tidur 4 jam pada malam sebelumnya, butuh waktu lebih lama untuk menyeberang jalan. Risiko tertabrak kendaraan saat menyeberang pun lebih tinggi dibandingkan remaja yang pada malam harinya tidur sesuai anjuran yakni selama 8 jam.
Dari 25 eksperimen yang dilakukan, remaja yang cuma tidur 4 jam dalam semalam mengalami kejadian hampir tertabrak atau bahkan sudah tertabrak sebanyak rata-rata 2,2 kali. Angka ini lebih tinggi dibandingkan remaja yang tidurnya cukup, yang rata-rata cuma 1,42 kali hampir tertabrak.
Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan menyeberang jalan berkurang dengan signifikan hanya dengan kurang tidur selama satu malam saja. Oleh karenanya, kurang tidur disebut-sebut ikut bertanggung jawab pada tingginya kasus kecelakaan pada pejalan kaki.
“Mudah mengabaikan bahwa kurang tidur punya dampak serius jika cuma terjadi sesekali. Namun penelitian ini membuktikan, keselamatan menjadi taruhan hanya dengan kurang tidur selama semalam,” kata peneliti, Aaron Davis, seperti dilansir laman Healthday, Senin (27/1).
Tidak cuma menganggu konsentrasi dan mengancam keselamatan di jalan, kurang tidur juga berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan. Risiko gangguan jantung dan pembuluh darah, obesitas dan diabetes dalam jangka panjang juga meningkat akibat kurang tidur. (fny/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.