Pertamina Bangun 10 SPBU Khusus Sepeda Motor

JAKARTA,SNOL PT Pertamina berupaya menyesuaikan titik pengisian bahan bakar dengan kebutuhan masyarakat. Salah satunya, dengan membangun SPBU khusus kendaraan roda dua. Tahun ini, PT Pertamina Retail, anak usaha PT Pertamina, berencana membangun 10 unit SPBU khusus sepeda motor di Indonesia.
Direktur Umum PT Pertamina Retail Toharso mengatakan, langkah tersebut dinisiasi untuk memenuhi kebutuhan konsumen sepeda motor. Menurut dia, kepemilikan kendaraan roda dua tumbuh lebih tinggi daripada roda empat.
“Sepeda motor sesungguhnya mendominasi penjualan di SPBU. Karena itu, kami terus bangun SPBU khusus motor. Saat ini sudah ada satu di Kampung Bulu, Bekasi Timur. Itu sudah jadi tinggal isi minyak dan operasi. Target kami ada 10 unit di seluruh Indonesia. Kami siapkan anggaran Rp 60 miliar,” ungkapnya di Jakarta kemarin (27/1).
Upaya tersebut diakui tak begitu sulit. Tak seperti SPBU biasa, luas dan jumlah dispenser dalam SPBU khusus tersebut tak perlu terlalu besar. Untuk SPBU sepeda motor di Bekasi, misalnya.
Pihaknya hanya butuh luas tanah 700 meter persegi dengan satu dispenser dan empat nozzle (selang bensin). Sisa luasnya bakal diisi dengan fasilitas tambahan seperti cuci kendaraan dan minimarket.
“(Untuk investasi) SPBU bergantung luas dan lokasi tanah. Investasi kira-kira Rp 700 juta hingga Rp 1 miliar per satu dispenser. Nanti target penjualannya sebanyak 6 ribu sampai 7 ribu kiloliter (kl) per hari,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga bakal menambah SPBU milik sendiri atau biasa diesebut  SPBU Corporate Owned Corporate Operate (COCO). Salah satunnya dengan mengambil alih beberapa SPBU milik perusahaan asing di Indonesia. Dari target 20 SPBU COCO baru 2014, beberapa di antaranya memakai cara akusisi SPBU asing.
“Saat ini SPBU yang dioperasikan Pertamina Retail sudah 100 unit. Kami sudah mengakuisisi 9 unit SPBU milik Petronas pada 2013. Terdiri atas 8 unit SPBU dan 1 yang belum dibangun. Mereka semua sudah menjadi SPBU COCO,” jelasnya.
Meski ingin mengakuisi, pihaknya harus mennyeleksi ketat SPBU asing yang bakal dibeli. Menurut dia, titik yang bakal diambil alih harus mempunyai nilai ekonomis yang bagus. Misalnya penjualan BBM harus di atas 40 kl. “Sampai 2020 kita akan operasikan hingga seribu SPBU COCO,” imbuhnya. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.