Ada 179 TKI yang Terancam Hukuman Mati

SNOL. Dibebaskannya TKI Hiu bersaudara dari hukuman mati di Malaysia disambut suka-cita publik di Tanah Air. Para pegiat media sosial turut senang atas bebasnya Fransh Hiu dan adiknya, Dharry Frully Hiu. Namun, publik dunia maya berharap, pemerintah bisa berusaha lebih kerja keras lagi, sebab masih banyak TKI di luar negeri yang terancam hukuman mati.
Di twitter, account @bennysabdo mengaku senang atas bebasnya Hiu bersaudara dari ancaman hukuman mati. “Turut bersukacita..,” kicaunya. “Ini berita bagus buat kita semua,” sahut account @JoPanggabean.
Account @herbulgari menyebut, kebebasan Hiu bersaudara adalah hasil kerja sama semua pihak. Untuk pemerintah, politisi, dan semua pihak yang sudah berusaha dalam pembebasan itu, dia ucapkan terima kasih.
Account @rianapurba23 meminta pemerintah tidak puas dulu dengan bebasnya Hiu bersaudara. Pemerintah justru harus kerja keras lagi dan terus, karena masih ada 179 TKI lain yang terancam hukuman mati di Malaysia.
“Jika sudah berhasil, jangan sampai keberhasilan itu diklaim sebagai keberhasilan satu pihak saja. Harap diingat, masih ada ratusan lagi WNI yang terancam hukuman mati,” katanya, mengingatkan.
Kaskuser NoShade menyatakan, seharusnya kasus Hiu bersaudara tidak sampai diajukan ke meja hijau. Sebab, sudah sangat jelas Hiu membela diri dari pencuri yang masuk ke toko majikannya.
Facebooker Putri La Nita masih menyesalkan kasus Hiu sampai dibawa ke pengadilan. Menurutnya, kalau pemerintah sigap, hal itu tidak akan terjadi. “Bisanya cuma muji-muji pahlawan devisa. Giliran lagi ketimpa kesusahan, lambat banget turunnya,” kritiknya.
Sementara, pembaca Yahoonews beridentitas Agoes Priyanto meminta pemerintah untuk lebih banyak menciptakan tenaga kerja di dalam negeri. Kalau kesempatan ke di Tanah Air lebih baik, tentu tidak akan banyak WNI yang menjadi TKI di luar negeri.
Kasus Hiu bersaudara dimalui pada 2009. Fransh Hiu dan adiknya, Dharry Frully Hiu berusaha membekuk pencuri yang masuk toko majikannya. Nahas, saat dibekuk, pencuri itu pinsan kemudian mati di tempat. Dari hasil olah TKP, polisi menemukan narkoba di saku pencuri. Setelah divisum, kematian pencuri itu diketahui karena over dosis.
Nanum, keluarga korban tidak terima. Hiu bersaudara lalu dituntut telah melakukan pembunuhan. Hiu bersaudara vonis hukuman mati di pengadilan tingkat petama. Syukurlah, dalam sidang banding di Mahkamah Tinggi Syah Alam, Selangor, Malaysia Selasa (28/1), Hiu bersaudara dinyatakan tidak bersalah. Saat ini, Hiu bersaudara sedang proses pemulangan ke kampung halamannya di Siantan Tengah, Pontianak Utara, Kalimantan Barat.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengaku sangat bersyukur atas kebabasan Hiu bersaudara. “Kami bersyukur Hiu bersaudara ini bebas dari ancaman hukuman mati. Pemerintah akan terus memperjuangkan dengan berbagai  upaya untuk menyelamatkan semua TKI dari ancaman hukuman mati di semua negara penempatan,” ujarnya.
Menurut Muhaimin, bebasnya Hiu bersaudara tidak terlepas atas kerja sama dan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak termasuk KBRI Malaysia yang menyediakan pengacara andal. “Sejak awal mendampingi dengan pengacara tetap kami optimistis Hiu bersaudara tidak akan dihukum mati,” kata Muhaimin.
Ada sekitar 70 ribu kasus yang terjadi pada TKI di luar negeri yang resmi dilaporkan terjadi. Bahkan, dalam kasus-kasus yang masuk ke ranah hukum, ada sekitar 179 TKI yang terancam hukuman mati. Dari 179 orang tersebut hampir 80 persen harus tersandung masalah hukum karena narkoba. (rus/rmol)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.