Dika Andriansyah Penderita Cerebral Pasly, 5 Tahun Hanya Bisa Berbaring

UNTUNG tak dapat diraih malang tak dapat ditolak. Begitulah sekiranya pribahasa yang sangat mirip dengan kehidupan yang dialami Dika Andriansyah (5).
METTY, SERANG
MATA Dika Andriansyah menyirat tanya ketika dihampiri. Tak ada kata terucap dari bibir mungilnya. Di dalam pangkuan Dadang, sang kakek yang merawatnya selama lima tahun terakhir, Dika hanya diam, berbaring tanpa bergerak.
Dika adalah penderita Cerebral Pasly, yang tinggal di Kampung Pasir Soka RT 12/3 Desa Kilasah Kelurahan Kilasah Kecamatan Kasemen Kota Serang, Provinsi Banten.
Di usia lima tahun, seharusnya Dika berlari-lari bersama kawan-kawannya. Namun anak yatim yang ditinggal ayahnya sejak usia 8 bulan itu tak sanggup menikmati kenikmatan tersebut. Sebenarnya dia lahir dengan kondisi tubuh normal namun kondisinya berubah semenjak berumur satu tahun.
“Pertumbuhannya tidak normal. Sampai sekarang Dika hanya terbaring, belum bisa ngomong, tidak bisa duduk apalagi berdiri,” ujar Dadang dengan nada lirih di rumahnya, Selasa (18/2).
Dia menuturkan, Dika sudah tidak menangis sejak pertama kali dilahirkan ke dunia. Kala itu, bibirnya terlihat biru dan harus divakum.
“Kami sudah berobat ke dokter sampai melakukan CT scan. Dokter menyatakan bahwa ada saraf Dika yang terjepit. Namun karena keterbatasan biaya, kami hentikan pengobatan Dika,”ungkapnya.
Dadang adalah seorang petani penggarap sawah milik tetangga. Di musim hujan seperti sekarang, dia harus meninggalkan pekerjaannya bertani dan mengandalkan penghasilan sebagai kuli bangunan. Itu sebabnya, penghasilannya tak mencukupi untuk membiayai pengobatan cucu kesayangannya.
Menurut dunia kedokteran gejala yang dialami Dika disebut lumpuh otak (cerebral palsy). Ini adalah kondisi dimana fungsi otak dan jaringan saraf yang mengendalikan gerakan, laju belajar, pendengaran, penglihatan dan kemampuan berpikir terganggu. Penyebab lumpuh otak sampai saat ini belum dapat dipastikan.
“Cerebral palsy disebabkan oleh kelainan atau gangguan dalam perkembangan otak, biasanya sebelum anak lahir,”tutur Rhedita Pradewi, salah seorang Fisioterapi.
CP menyebabkan adanya gangguan gerakan pada otot yaitu terlalu kaku atau terlalu lemah, kaku otot dan refleks berlebihan (kekejangan) dan kaku otot dengan refleks normal (kekakuan). Rhedita mengaku CP sulit disembuhkan namun ada therapy yang bisa diterapkan kepada penderitanya, termasuk Dika.
“Ada terapi yang dapat membantu orang dengan cerebral palsy untuk meningkatkan kemampuan fungsional,”pungkasnya.(gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.