Pengusaha Rugi Puluhan Miliar

Akibat Pembangunan Gorong-gorong di Jalan Serpong Terbengkalai
SERPONG,SNOL Pembangunan gorong-gorong Jalan Raya Serpong Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang terbengkalai, menimbulkan kemacetan panjang disepanjang Jalan tersebut. Pengusaha hotel dan restoran di Tangsel pun mengalami penurunan omset. Bahkan selama Januari dan Februari 2014 saja, akibat kemacetatan tersebut mereka merugi hingga Rp 21,4 miliar.
“Sudah jalannya tak terlalu lebar dan rusak, ditambah akibat pem­buatan gorong-gorong tak kunjung selesai. Lengkap sudah, orang semakin enggak mau keluar rumah untuk sekedar makan,” keluh Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indo­nesia (PHRI) Kota Tangsel, Gusrie Effendi, Senin (3/3).
Bila keadaan ini terus terjadi hingga akhir tahun 2014 ini, Gusrie mengkhawatirkan, kalau pendapa­tan asli daerah (PAD) yang pada tahun lalu mencapai Rp 107 miliar, akan menurun.
“Tentu saja kemungkinan itu ada. Makanya, segeralah pemkot berkoordinasi dengan pemerin­tahan provinsi, agar menyelesaikan proyek gorong-gorong tersebut,” pintanya.
Keluhan serupa juga diungkapkan salah satu pengusaha restoran di Kota Tangsel. Dikatakan pemilik restoran Yie Thou Life Seafood & Dim Sum, Nathalia Dharmawan, infrastruktur Kota Tangsel yang be­lum memadai ini, dirasa rugi yang cukup besar.
“Jalur dari Jalan Raya Serpong menuju Teras Kota ini kan lumayan. Tidak seberapa jauh, tapi karena ada proyek yang belum selesai serta jalan rusak, membuat pelang­gan berpikir dua kali sepertinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (SDA) Kota Tangsel Retno Prawati mengatakan pihaknya telah menge­tahui kegusaran para pelaku usaha di Kota Tangsel ini. Untuk itu jelas Retno pihaknya sudah berkirim surat kepada Bina Marga Provinsi mengenai komplain pembuatan gorong-gorong yang belum jadi.
“Tiga minggu lalu kami sudah mengirimkan surat, mengenai beberapa pertanyaan soal infrak­struktur. Seperti pengerjaan gorong-gorong, serta perbaikan jalan rusak milik Provinsi Banten,” ujar Retno.
Retno mengatakan pihaknya pun telah mendapatkan balasan surat dari Bina Marga Provinsi dimana rencananya penyelesaian proyek gorong-gorong tersebut akan disele­saikan pada tahun ini. “Itu katanya proyek bertahap atau lanjutan. Tahun ini akan diselesaikan,” pung­kasnya. (pramita/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.