Nenek Miskin Sumbang Tanah

Untuk Bangun Toilet di Balaraja
BALARAJA, SNOL Hidup tak banyak uang namun tetap dermawan. Isni, seorang nenek berusia 76 tahun, warga Kampung Pekong Rt 05/01, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Ka­bupaten Tangerang. Ia memberi contoh tentang kedermawanan dengan rela menghibahkan tanah seluas 100 me­ter persegi untuk kepentingan pem­bangunan sanitasi warga sekitarnya.
Isni seorang buruh tani. Di usia senjanya, dia masih melakukan pekerjaan seperti menyiangi rumput, menanam hingga memanen padi. Setiap kali mendapatkan order, Isni dibayar 20 ribu rupiah per hari. Itu juga sangat jarang. Karena usia, hanya sedikit orang yang memberinya pekerjaan menggarap sawah. Terka­dang dua kali dalam seminggu ia mendapatkan order. Dengan demiki­an, rata-rata penghasilan Isni sebesar
40 ribu rupiah per minggu.
Rumah janda yang berpisah dengan suaminya 20 tahun lalu itu juga sebenarnya tak layak. Terbuat dari bilik bam­bu, beralaskan plesteran se­men yang ditutupi karpet serta hanya memiliki satu kamar tidur. Kamar tidurnya terbuat dari kelambu nyamuk dengan satu kasur kapuk untuk mere­bahkan diri. Jika hujan datang, air akan jatuh ke lantai karena atapnya bocor.
Di rumah itu, Isni ting­gal sendiri. Kelima anaknya sudah tak tinggal lagi ber­samanya. Solaiman (55), Sarwiyah (45), Idis (40), Maryah (38), Maryam (30), anak – anak Isni sudah ting­gal bersama keluarga mas­ing-masing meski rumah mereka berdekatan dengan ibunya. Empat anak Isni juga berprofesi sebagai bu­ruh tani, kecuali Idis yang bekerja sebagai pesuruh di kantor Kecamatan Balaraja.
Di tengah kondisi pas-pasan itu, Isni masih bisa menyumbang untuk sesama. Dia menghibahkan tanah se­luas 10 x 10 meter miliknya kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Ang­grek yang menggunakannya untuk membangun sanitasi masyarakat berupa 8 tempat MCK, masing-masing empat untuk pria dan empat un­tuk wanita. Sarana sanitasi itu dilengkapi tempat wudhu dan wastafel untuk mencuci tangan karena lokasinya ber­dampingan dengan mushola yang belum mempunyai tem­pat untuk mengambil wudhu. Sanitasi ini digunakan lebih dari 10 kepala keluarga.
“Saya ikhlas lillahita’ala dan tidak ada paksaan sama sekali memberikan tanah ini. Selain untuk kepentingan masjid dan warga lainnya, saya pribadi juga membutuhkan air utk kep­erluan sehari-hari,” ungkapnya. Sanitasi yang dibangun di tanah Isni terasa sangat penting bagi masyarakat sekitar. Biasanya, warga setempat harus berjalan satu kilometer ke sungai Kali Gede untuk melakukan ak­tivitas mandi, cuci, serta buang hajat. Di musim kemarau, Kali Gede berubah menjadi bau dan kotor.
Kalau tak mau repot ke sungai, warga setempat harus membuat sumur bor. Namun untuk melakukannya butuh biaya cukup besar menca­pai 8 juta rupiah per sumur. Biaya mahal sumur bor tim­bul karena dibutuhkan keda­laman hingga 60 meter untuk mendapatkan air yang kuali­tasnya cukup bagus.
Cara lain mendapatkan air adalah dengan membelinya. Warga sekitar, termasuk Isni, harus membayar 5000 rupiah untuk mendapatkan 20 liter air bersih yang bisa diguna­kan untuk memasak makanan dan minum.
“Alhamdulillah sekarang sumber air jadi dekat, emak jadi nggak susah lagi nyari air,” ungkapnya.
Sanitasi masyarakat yang dibangun KSM Anggrek di Kampung Pekong 05/01, Desa Saga Kecamatan Balaraja, Ka­bupaten Tangerang telah dires­mikan oleh Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar, Jumat (7/3) lalu. Ketua KSM Ang­grek, Karim mengatakan, Sanimas tersebut merupakan program Kementrian PU Sat­uan Kerja Provinsi untuk me­nyediakan prasarana air lim­bah bagi masyarakat di daerah kumuh padat perkotaan.
Karim mengatakan, sanitasi masyarakat yang dibangun se­luruhnya berada di atas tanah yang dihibahkan Isni. Isni, kata Karim, menyerahkan tanah 10 x 10 meter kepada KSM Ang­grek dengan membuat per­janjian yang disaksikan pihak kantor Desa Saga, warga dan anak-anak yang bersangkutan.
“Kalau surat pemberitahuan pajak terlampir (SPPT), ta­nah tersebut masih atas nama ibu Isni. Namun kami sudah membuat perjanjian yang disaksikan pihak desa dan anak-anaknya,”pungkas Ka­rim. (mg19/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.