DPRD & Pemkot Diminta Tutup Galian C

CILEGON, SNOL Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Kantor Pemerintahan Kota Cilegon didemo sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cilegon, Senin (10/3). Demonstran yang membawa berbagai atribut bendera HMI itu menuntut dan meminta DPRD dan Pemkot untuk menutup galian C yang ada di Kota Cilegon.
Mereka menuding, keberadaan galian C telah menimbulkan kerusakan pada infrastruktur jalan di Cilegon. Bukan hanya itu, mahasiswa juga menduga beberapa pengusaha galian C tidak memiliki izin resmi. “Banyak truk besar melintas, jalan jadi rusak dan berdebu,” teriak Junandi, salah seorang demonstran dalam orasinya.
Mahasiswa lainnya, Malik mengatakan, banyaknya galian C di kota baja ini sudah pada tahap meresahkan masyarakat, kerusakan lingkungan tidak terelakkan lagi. “Dalam UU Nomor 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup disebutkan, setiap perbuatan melanggar hukum berupa pencemaran atau perusakan lingkungan yang menimbulkan kerugian pada orang lain dan lingkungan maka mewajibkan penanggung jawab usaha untuk membayar ganti rugi,” kata Malik.
Malik juga mengatakan, ada beberapa tuntutan mahasiswa kepada legislatif maupun eksekutif, diantaranya DPRD dan pemkot harus tegas untuk menutup galian C. Perbaiki jalan rusak terutama JLS, dan menegakkan UU Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Sekitar dua jam berlangsung aksi orasi di depan pintu gerbang gedung dewan, dan merasa tidak mendapat respon dari satu pun anggota dewan yang menemui mereka, aksi pun berpindah ke depan Kantor Pemkot Cilegon yang berada di seberang jalan gedung DPRD. “Anggota dewan enggak mikirin rakyatnya, mandul, jangan dipilih lagi. Atau mereka yang punya galian C ,” teriak seorang mahasiswa seraya melenggang meninggalkan gerbang gedung DPRD menuju Pemkot.
Aksi di depan gerbang kantor walikota, mahasiswa mulai sedikit beringas, ada upaya merobohkan pagar Pemkot dengan mendorong bersama-sama. Aksi panjat pagar dari salah seorang demonstran pun menjadi tontonan. Namun belum terlihat satupun pejabat yang menemui mereka untuk menerima aspirasinya. Merasa tidak mendapat tanggapan, aksi mereka pun bubar dengan tertib. Namun mahasiswa mengancam akan kembali dengan mengerahkan massa lebih banyak lagi. (mg-13/made)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.