Panitia SNM PTN Revisi Syarat Tak Menyandang Cacat

JAKARTA,SNOL Panitia seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN) awalnya membuat persyaratan pendaftaran bahwa, pelamar tidak boleh menyandang cacat untuk jurusan kuliah tertentu.
Tetapi akhirnya persyaratan pendaftaran itu akan direvisi. Mereka menghindari tudingan diskriminatif dari masyarakat.
Setelah membuka website pendaftaran SNM PTN kemarin, persyaratan melamar dibuat ringkas. Yakni mengikuti dan lulus ujian nasional (unas) 2013 atau 2014, memiliki nomor induk siswa nasional (NISN) dan terdaftar di pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS), serta memiliki nilai rapor semester 1 hingga 5 dan telah diisikan di PDSS.
Kemudian untuk syarat penerimaan adalah lulus unas, lulus SNM PTN, sehat jasmani dan rohani, dan memenuhi persyaratan lain yang ditentukan oleh masing-masing PTN. Meskipun di sejumlah program studi, masih ada ketentuan bebas dari ketunaan tertentu.
Sekretaris Pokja SNM PTN 2014 Bambang Hermanto menuturkan, pihaknya telah melakukan langkah-langkah terkait dengan pandangan sejumlah pihak yang menilai SNM PTN 2014 diskriminatif. “Khususnya bagi penyandang disabilitas,” kata Bambang.
Dia mengatakan panitia SNM PTN 2014 sama sekali tidak berniat melakukan tindakan diskriminatif dalam penyelenggaraan pendaftaran SNM PTN 2014. Bambang mengatakan memang ada sejulah persyaratan yang ditetapkan oleh masing-masing PTN untuk dapat memasuki beberapa program studi (prodi). “Termasuk syarat-syaratnya bebas dari ketunaan,” ujarnya.
Bambang menuturkan bahwa penetapan syarat bebas dari ketunaan itu lebih ditujukan supaya menjamin keberhasilan siswa dalam menempuh pendidikan di prodi yang diminatinya. Dia menegaskan bahwa selama ini tidak sulit ditemukan mahasiswa dengan kondisi keterbatasan fisik, justru memiliki prestasi akademik yang baik.
Dia juga berujar sejak Jumat lalu (7/3) panitia SNM PTN 2013 sudah berkoordinasi dengan pimpinan masing-masing PTN. Tujuannya meminta supaya setiap PTN mengkaji kembali berbagai persyaratan-persyaratan untuk mendaftar SNM PTN. Diharapkan kebijakan PTN tidak menimbulkan tudingan diskriminasi dalam masa pendaftaran SNM PTN 2014.
Sementara itu Kemenko Kesra juga keberatan dengan syarat tidak berkebutuhan khusus dalam pendaftaran SNM PTN 2014. Alasannya pembatasan itu menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh akses pendidikan tinggi.
Deputi Pendidikan dan Agama Kemenko Kesra Agus Sartono mengatakan, ketentuan pendaftaran yang seperti itu harus direvisi. Meskipun begitu dia mengakui bahwa mengakomodasi mahasiswa dengan keterbatasan fisik membutuhkan dosen-dosen yang mampu mengajari mereka.
“Pada tataran teknis, akan sulit mencari dosen-dosen yang bisa mengajari mahasiswa dengan kebutuhan khusus itu,” paparnya.
Sementara itu Mendikbud Mohammad Nuh mengatakan, khusus sejumlah prodi tertentu memang menuntut mahasiswa yang tidak berkebutuhan khusus. Dia mencontohkan untuk prodi elektronika, membutuhkan mahasiswa yang tidak buta aksara.
Sebab untuk urusan resistor saja misalnya, dibutuhkan kemampuan membaca kode-kode yang tertuang dalam simbol warna. “Jika mahasiswanya buta warna, bagaimana membaca kode-kode warna itu,” tandasnya.(wan/jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.