Tangsel Terancam Tak Dapat Adipura

Penilaian Pertama Merosot, BLHD Siap Genjot
PAMULANG,SNOL Penilaian Adi­pura tahap pertama (P1) untuk Kota Tangerang Selatan (Tangsel), menurun drastis dibandingkan ta­hun sebelumnya. Bahkan ditingkat Provinsi Banten, nilai Kota Tangsel yang wilayahnya berbatasan den­gan ibukota, tertinggal beberapa poin dengan Kabupaten Lebak yang lokasinya jauh dari Jakarta.
“Untuk hasil penilaian sementara ini saja, nilai Kota Tangsel masih tertinggal jauh, jika dibandingkan Kabupaten Lebak. Yakni 75,85 untuk Kabupaten Lebak dan 72,43 untuk Kota Tangsel,” papar Asisten Deputi I Pengelolaan Sampah Ke­menterian Lingkungan Hidup, Sudirman.
Menurut Sudirman menurunnya penilaian Adipura karena dari 18 penilaian yang dilakukan oleh tim penilai, sampah menjadi penye­bab utama adanya penurunan ni­lai. Karena di lapangan tim penilai masih melihat ada tumpukan sam­pah yang dibiarkan menggunung dipinggir jalan atau di depan pasar tradisional
Untuk itu menurut Sudirman Kota Tangsel harus bekerja keras untuk terus mendongkrak titik penilaian lain. “Tugas terberatnya ada pada Dinas Kebersihan. Sebab, tidak boleh ada sampah yang berceceran atau menumpuk di jalur umum,” ujar Sudirman, saat ditemui di Kan­tor Walikota Tangsel, Pamulang, Selasa (11/3).
Jika dalam setengah bulan kede­pan tidak juga diangkat oleh petu­gas bersangkutan, maka menurut Sudirman, pihaknya akan langsung menghubungi Walikotanya, Airin Rachmi Diany. “Biar Walikotanya tahu, bagaimana kondisi di lapan­gan,” tegasnya.
Sementara itu Kepala Badan ling­kungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel, Rahmat Salam saat dikonfirmasi terkait penurunan ni­lai Adipura Tangsel ini mengakui ada beberapa penilaian yang men­galami pemerosotan. Seperti Pasar Cimanggis, tahun sebelumnya itu mendapatkan nilai 60, namun pada P1 tahun ini mendapat nilai 55.55. Kemudian untuk Pasar Ciputat se­belumnya itu sama memperoleh nilai 60, mengalami rapot merah 54,02.
Begitu pula untuk sejumlah jalan protokol yang ada di Kota Tang­sel, juga mendapat rapot merah dari Kementerian Lingkungan Hidup pada penilaian Piala Adi­pura P1 2013-2014. Seperti di Ja­lan RE.Martadinata yang mendapat nilai 58,67, dan Jalan Puspitek mendapat nilai 59,00.
Tak hanya pasar tradisional dan jalan protokol yang mengalami penurunan nilai, Kantor Walikota juga mendapat nilai 59,47. “Karena saat penilaian P1 ini, kondisi kan­tor Walikota tengah dibangun. Be­gitu pula dengan jalan protokol dan pasar tradisional, keduanya masih dipenuhi sampah,” tutur Rahmat.
Dengan penilaian ini, Rahmat mengaku menjadi pekerjaan rumah besar yang harus diperbaiki bersa­ma-sama oleh SKPD terkait, semua jajaran pemerintahan, hingga ke­pada masyarakat. “Kami tekankan, kita semua harus ‘keroyokan’. Buanglah sampah pada tempatnya, budayakan hidup sehat, dan jaga lingkungan kita,” ujarnya.
Untuk mengikuti Kategori Kota Metropolitan ini, titik penilaian pun tak lagi bisa ditentukan oleh Kota Tangsel, melainkan dipilih secara acak oleh tim penilaian dari Kementerian LH. Namun, Pemkot membaginya menjadi 45 titik di se­luruh Kota Tangsel.
“Ada 45 titik, meliputi titik pantau pemukiman, jalan arteri atau utama, jalan kolektor atau penghubung, pasar, pertokoan, perkantoran, seko­lah, rumah sakit, hutan dan taman kota, stasiun kereta, sungai dan da­nau, saluran terbuka, TPA, terakhir adalah bank sampah,” pungkas Rah­mat (pramita/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.