Seluruh Tempat Karaoke Langgar Jam Operasional

SERPONG,SNOL Kepala Kantor Budaya dan Pariwisata (Budpar) Kota Tangsel, Yanuar mengatakan seluruh tempat hiburan karaoke di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melanggar jam operasional.
“Semua pengelola tempat hiburan karaoke, melanggar aturan jam op­erasional,” ujar Yanuar saat ditemui Satelit News seusai upacara peray­aan HUT Satpol PP Kota Tangsel, CIlenggang Kecamatan Serpong, Senin (17/3).
Pria yak akrab disapa Awang ini menjelaskan, sesuai Peraturan Dae­rah (Perda) Nomor 5 Tahun 2012 Tentang Kepariwisataan, seharus­nya jam operasional tempat hiburan hanyalah sampai jam 1 malam. “Pemkot Tangsel sudah melakukan sosialisasi mengenai jam opera­sional tersebut, salah satunya saat pengusaha tempat hiburan akan mengurus surat rekomendasi namun tidak dipatuhi,” ujar Awang.
Awang mengkhawatirkan, berawal dari pelanggaran jam operasional tersebut, bakal ada praktek me­langgar aturan atau hukum lainnya termasuk peredaran narkotika . Terbukti, saat penggerebekan yang dilakukan petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten, BNNK Tangsel, Polresta Tangerang, serta Satpol PP, pengunjung tempat karaoke besar di wilayahnya kedapa­tan positif mengkonsumsi sabu.
“Itu baru tiga tempat yang dirazia. Saya memprediksi ada 5 sampai 10 titik tempat hiburan karaoke lainnya yang terindikasi digunakan untuk mengkonsumsi narkotika,” ungkap Awang.
Untuk itu lanjut Awang, Kantor Budpar akan melakukan koordi­nasi dengan petugas Satpol PP, untuk melakukan penertiban kepada pemilik atau pengelola tempat karaoke yang melanggar jam operasional tersebut.
Selain itu Kantor Budpar Kota Tangsel akan bekerjasama dengan BNNK Tangsel serta Satpol PP, un­tuk merazia kembali tempat hiburan yang disinyalir menjadi tempat mengkosumsi narkotika. “Jangan sampai Kota Tangsel ini menjadi tempat aman dan nyaman bagi mereka yang mengkonsumsi maupun pengedar narkoti­ka,” pungkas Awang.
Sebelumnya, BNN Provinsi Banten, bersama dengan BNN Kota Tangsel, Polresta Tangerang, serta Satpol PP setempat, melaku­kan razia pada Jumat (14/3) hingga Sabtu (15/3) dini hari. Dari 13 yang diamankan lima diantaranya positif memakai narkotika jenis amphetamine. (pramita/hendra)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.