Nyaris Bugil, PNS Tewas di Mobil

BALARAJA,SNOL Pamit menjenguk teman di RS Sari Asih, perjalanan Ratu Haerani justru berakhir di Balaraja. Perempuan Pegawai Negeri Sipil di Kecamatan Parung, Panjang Bogor itu ditemu­kan tak bernyawa di dalam mobilnya yang terparkir di depan ruko Balaraja Center, di pinggir Jalan Raya Serang KM 23,5 Balaraja, Kabupaten Tangerang, Rabu (26/3) siang.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, mobil Ratu Haerani terlihat terparkir di tempat kejadian perkara sejak Se­lasa (25/3) malam. Keesokan harinya, warga sekitar yang merasa curiga mengintip ke dalam mobil Daihatsu Terios berplat nomor F 1589 JM un­tuk mencari tahu. Warga ke­mudian menemukan sesosok perempuan dalam keadaan tak bernyawa dan melaporkan peristiwa itu ke kepolisian.
Petugas yang datang ke loka­si kemudian membuka paksa mobil dan menemukan jasad Ratu tergeletak mengenakan seragam PNS di bawah jok tengah dengan keadaan setengah bugil. Perutnya yang gendut membuat polisi dan warga sekitar sempat men­duga korban tengah hamil tua. Meski dugaan itu akhirnya tak terbukti. Setelah itu, petugas membawa jasad korban ke RSU Tangerang untuk keperluan otopsi.
Kanit Reskrim Polsek Balaraja, Ipda Hittler Napitu­pulu membenarkan penemuan mayat di dalam mobil terse­but. Setelah dilakukan pemer­iksaan di TKP, didapati tanda pengenal atas nama Ratu Haerani (38). Berdasarkan kartu pengenal, Ratu Haera­ni diketahui bekerja sebagai staf di Kecamatan Parung Panjang, Bogor Jawa Barat. Polisi kemudian menghubun­gi pihak Kecamatan Parung Panjang untuk melakukan identifikasi korban.
Sekretaris Kecamatan (Sek­cam) Parung Panjang, Icang Aliudin membenarkan korban merupakan bawahannya. Dia mengaku terakhir bertemu bawahannya itu hari Selasa (25/3) siang. Saat itu, Ratu Haerani pamit menjenguk te­mannya bernama Retno, yang sedang dirawat di Rumah Sakit Sari Asih Tangerang.
“Kemarin (Selasa 25 Maret) sore dia sempat pamit ke saya. Katanya mau besuk te­mannya, Bu Retno, yang sakit dan dirawat di RS Sari Asih,” ujar Sekretaris Kecamatan Parung Panjang, Icang Aliu­di, di lokasi kejadian. Icang menduga, sejak pamit hendak membesuk teman ke rumah sakit, Ratu Heriana belum kembali lagi ke rumahnya di Kampung Ciparai, Desa Par­ung Panjang, Kecamatan, Ka­bupaten Bogor.
“Lah buktinya dia masih pakai seragam. Bisa jadi dia belum pulang ke rumah,” ujar Icang. Menurut Icang, Ratu Heriani adalah staf yang baik dan rajin bekerja.
“Suaminya pensiunan pe­gawai PJKA (Perusahaan Ja­watan Kereta Api),” ujarnya.
Kapolsek Balaraja, Kompol Dody Prawiranegara menga­takan, dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan adanya luka di fisik korban. Meski demikian, ada sedikit lebam di bagian dada.
“Korban menderita pe­nyakit jantung. Tapi, untuk pastinya, kita tunggu hasil otopsi dokter,” ujar Kapol­sek. Pihak Polsek Balaraja sendiri menemukan petun­juk penting terkait kematian Ratu Heriani (40). Petunjuk tersebut berupa rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di depan toko, tempat mobil korban diparkir.
“Pada rekaman itu terlihat, mobil tiba sekira pukul 04.13 WIB dini hari. Dan, pukul 04.16 WIB dini hari, seorang pria tampak keluar dari mobil tersebut dan langsung pergi meninggalkan lokasi,” ujar Dody. Hingga kemarin belum diketahui identitas pria dalam CCTV tersebut. Polisi masih terus mempelajari isi reka­man CCTV. (mg19/gatot)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.